Berita

Salah satu pendiri Hanura, Yus Usman Sumanegara/RMOL

Politik

Pendiri: Ketua Umum Partai Hanura Selain OSO Ilegal!

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 17:28 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Para penggagas sekaligus pendiri Partai Hanura menegaskan bahwa DPP Partai Hanura yang asli adalah di bawah kepemimpinan Ketum Hanura Munas III Oesman Sapta Odang (OSO) dan Sekjen Harry Lontung Siregar.

Adalah putusan MA Nomor 194K/Tun/2019 Tanggal 13 Mei 2019 merupakan bukti legal standing sebagaimana tercatat di Kemenkumham bahwa Partai Hanura Ketum OSO bukan abal-abal.  

Begitu disampaikan Pendiri sekaligus penggagas Partai Hanura Yus Usman Sumanegara saat jumpa pers di Kantor DPP Hanura, City Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12).


"MA mengakui DPP Hanura yang mendapat legalitas dari Pemerintah adalah DPP Hanura di bawah kepemimpinan Ketum Oesman Sapta Odang dan Sekjen Herry Lontung Siregar. Sehingga kalau ada yang masih mengaku-ngaku DPP lain, adalah ilegal," tegasnya.

Menurut Yus, Munas III yang diselenggarakan oleh DPP Hanura yang menghasilkan kesepakatan Ketua Umum OSO telah sesuai ketentuan UU partai politik dan AD/ART DPP Hanura.

"Sehingga semua keputusan-keputusan Musyawarah Nasional III Partai Hanura sah dan mengikat," kata Yus.

Lebih lanjut, Yus yang juga pendiri Hanura meminta Wiranto beserta koleganya tidak membuat pernyataan-pernyataan yang tidak proporsional.

"Karena dikhawatirkan akan mengganggu situasi politik dan keamanan nasional yang kondusif," demikian Yus. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya