Berita

Yus Usman Sumanegara/Net

Politik

Katain Munas OSO Kenduri Nasional, Penggagas Hanura Ancam Seret Kubu Wiranto Ke Meja Hukum

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 17:15 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Hanura Chairuddin Ismail yang menyebut Munas III Hanura yang digelar oleh kubu Ketua Umum Hanura Oesman Sapta alias OSO adalah Munas abal-abal, dibantah keras oleh pendiri sekaligus penggagas Hanura Yus Usman Sumanegara.

Dia menegaskan, pernyataan dari orang dekat mantan Ketum Hanura Wiranto itu rencananya akan diseret ke ranah hukum. Namun, pihaknya masih mengkajinya terlebih dahulu.

"Kami pelajari dulu. Tadi kami minta salah satunya supaya menghentikan pernyataan-pernyataan yang tidak benar itu," kata Yus kepada wartawan di Kantor DPP Partai Hanura, City Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/12).


Yus menjelaskan, Munas III yang diselenggarakan oleh DPP Hanura dan menghasilkan aklamasi terhadap OSO telah sesuai ketentuan UU partai politik dan AD/ART partai.

"Sehingga semua keputusan-keputusan Musyawarah Nasional III Partai Hanura sah dan mengikat," tegas Yus.

Berdasarkan putusan MA 194K/Tun/2019 tanggal 13 Mei 2019 merupakan bukti legal standing sebagaimana tercatat di Kemenkumham bahwa Partai Hanura adalah ketumnya OSO, jadi bukan abal-abal.  

"MA mengakui DPP Hanura yang mendapat legalitas dari pemerintah adalah DPP Hanura di bawah kepemimpinan Ketum Oesman Sapta Odang. Sehingga kalau ada yang masih mengaku-ngaku DPP lain, adalah ilegal," demikian Yus.

Chairuddin Ismail sebelumnya menyatakan, dia hanya ingin menyelamatkan partai. Karena itu dia menyebut Munas kubu OSO adalah Munas abal-abal.

"Itu bukan Munas, itu adalah kenduri nasional. Karena enggak ada pertanggungjawaban ketua, yang aneh-aneh tadi itu. Masalah anggaran dasar itu semua tidak dipenuhi," kata Chairuddin di Jakarta pada 18 Desember 2019.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya