Berita

Malam penghargaan kompetisi film pendek/Kemlu

Nusantara

Penuhi Hak-hak Penyandang Disabilitas, Kemlu Gelar Kompetisi Film Pendek

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 09:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kesadaran publik, terutama generasi muda akan pentingnya hak-hak penyandang disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat semakin besar. Mereka sudah lebih bisa menghargai hak-hak para penyandang disabilitas.

Atas dasar itu, pada Kamis malam (19/12), di Kantor Kementerian Luar Negeri RI Jakarta, digelar malam penghargaan kompetisi film pendek bertajuk "Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas Melalui Implementasi ASEAN Enabling Masterplan 2025 untuk Mewujudkan Indonesia Inklusif".

Acara ini merupakan hasil kerja sama Kemlu dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Perwakilan Indonesia untuk ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR Indonesia), Akademisi Televisi Indonesia (ATVI), Eagle Institute Indonesia, serta didukung oleh International Foundation for Electoral Systems (IFES) dan Metro TV.  


Dalam ASEAN Enabling Masterplan 2025, ada 76 butir aksi yang harus diimplementasikan oleh Indonesia untuk menjamin pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Baik melalui perumusan kebijakan-kebijakan publik, implementasi rencana aksi tingkat nasional maupun regional.

"Salah satu capaian penting di ASEAN terkait penyandang disabilitas adalah disahkannya ASEAN Enabling Masterplan 2025: Mainstreaming the Rights of Persons with Disabilities pada tahun 2018," ujar Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN, Jose Tavares seperti yang dimuat situs resmi Kemlu, Jumat (20/12).

Dalam kompetisi tersebut, 41 film yang sudah masuk dinilai oleh Dewan Juri yang terdiri dari Direktur Kerja Sama Sosial Budaya ASEAN Kemlu RI, perwakilan Kementerian Sosial, PPDI, AICHR, Eagle Institute Indonesia, ATVI, dan IFES.

Setelah melakukan penilaian, Dewan Juri pun memutuskan film berjudul "Dia" karya Chahya Rafika Sity sebagai juara 1. Sementara juara 2 diraih fil berjudul "Percaya" karya Muhammad Rasul, dan Juara 3 disabet "Mata Hati" karya Naufal Rifqi Widaad.

Selain itu, masih ada film favorit yang dimenangkan oleh "Koma", berdasarkan jumlah "like" dan "love" di media sosial.

Dikatakan Ketua Umum PPDI, Gufroni Sakaril, film yang memenangkan kompetisi karena dianggap berhasil menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya