Berita

Mahathir Mohamad/Net

Dunia

Di Hadapan Pemimpin Negara Muslim, Mahathir Luapkan Kemarahan Pada Islamophobia

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 19:22 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Negara-negara muslim harus bersatu untuk mengatasi islamophobia yang tengah merebak. Tindakan teror yang dilakukan atas nama agama telah menyebabkan ketakutan agama hingga menciptakan phobia.

Begitu tegas Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di hadapan para pemimpin negara muslim yang berkumpul dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (19/12).

Pernyataan tegas Mahathir Mohamad itu disaksikan langsung Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.


“Ya, kami marah dan frustasi,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg.

Menurutnya, citra buruk Islam lebih banyak disebabkan oleh umat itu sendiri. Lebih-lebih mereka yang melakukan aksi teror dan menyebut hal itu sebagai jihad.

Pria 94 tahun ini mengisyaratkan kepada negara-negara muslim untuk memulai memerangi islamophobia dari internal umat. Artinya, umat harus diajarkan untuk tidak melakukan kekerasan, apalagi teror.

“Kita tidak bisa mengobarkan perang konvensional. Tidak ada negara yang akan membantu kami. Tapi meski begitu, apa yang kita dapatkan dari tindakan kekerasan yang membabi buta seperti itu? Tidak ada,” tegasnya.

Mahathir kemudian mengajak pemimpin negara muslim untuk membayangkan nasib para pengungsi yang harus meninggalkan rumah dan negara untuk mencari perlindungan di tempat lain.

Sementara di satu sisi, banyak negara muslim yang terikat dengan negara-negara kuat, sehingga tidak mau mengakomodir para pengungsi. Bahkan negara muslim cenderung diam saat ada diskriminasi sesama muslim di negara lain, seperti Uighur.

“Kami ingin membawanya ke negara-negara Muslim lain yang memiliki kepedulian dan keinginan untuk melakukan sesuatu untuk meningkatkan penderitaan saudara-saudara kami," tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya