Berita

Evo Morales/Net

Dunia

Evo Morales Kantongi Dua Nama Untuk Maju Ke Pilpres Bolivia

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 06:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan presiden Blivia Evo Morales membela haknya untuk terlibat dalam politik di negaranya. Morales yang kini mengasingkan diri di Argentina setelah mengundurkan diri dari jabatannya itu menegaskan bahwa dia akan tetap berkampanye untuk membantu partai sosialisnya memenangkan pemilihan baru.

Dalam konferensi pers pertamanya sejak tiba di Argentina pekan lalu, Morales mengatakan dia berencana untuk tetap aktif dalam partai Gerakan Menuju Sosialisme (MAS) karena telah mempertimbangkan beberapa nama untuk pencalonan dalam pemilihan berikutnya.

"Saya bukan kandidat. Saya tidak akan menjadi kandidat, tetapi saya memiliki hak untuk melakukan politik," kata Morales pada Selasa (17/12).


"Saya yakin bahwa kita akan memenangkan pemilihan lagi," tegasnya seperti dimuat Al Jazeera.

Dia mengantongi dua nama yang dianggapnya layak untuk maju dalam pemilu presiden Bolivia mendatang. Mereka adalah Luis Arce Catacora, mantan menteri ekonominya, dan Andronico Rodriguez yang merupakan bos serikat tani kunci coca.

Kandidat pertama, Catacora, berusia 56 tahun dan merupakan anggota veteran MAS. Dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri ekonomi pada November lalu dan mencari perlindungan di Meksiko bersama dengan Morales. Namun dia telah menyuarakan kesiapannya untuk kembali ke Bolivia untuk menerima pencalonan MAS.

Sedangkan kandidat kedua adalah Rodriguez. Dia merupakan sosok muda yang masih berusia 29 tahun. Dia adalah pemimpin kunci dalam mobilisasi pro-Morales yang terjadi setelah pengunduran dirinya dan memiliki dukungan besar di antara para pendukung MAS muda. Dalam jajak pendapat baru-baru ini, dia mengantongi peringkat pertama, yakni 17 persen, di antara kandidat MAS lainnya.

Tanggal pelaksanaan pemilu di Bolivia sendiri belum ditentukan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya