Berita

Syarif hasan/Net

Politik

Demokrat: Status Gibran Tak Perlu Jadi Perkara Serius

SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Majunya Gibran Rakabuming Raka, putera Presiden Joko Widodo, di kontestasi pemilihan wali kota Surakarta ditanggapi dengan wajar oleh Partai Demokrat. Demokrat menilai, Gibran memiliki hak untuk maju.

Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarif Hasan mengatakan, terlepas dari status Gibran sebagai anak Jokowi, Gibran pun memiliki hak yang sama.

"Jadi siapa pun, sepanjang dia dipilih oleh rakyat, silakan saja," kata Wakil Ketua MPR RI, Jumat (13/12).


Status Gibran sebagai anak Jokowi seharusnya tak perlu menjadi perkara serius.  Menurut Syarif, asalkan, penyelenggaraan pemilihan umum itu berjalan secara transparan dan akuntabel. Sehingga, anggapan-anggapan negatif soal dirinya bisa ditepis.

"Harus betul-betul transparan. Penyelenggara pemilu betul-betul harus netral, aparat harus betul-betul netra," tegasnya, mengingatkan.

Banyaknya suara yang membandingkan Gibran dengan AHY, Syarief menilai, pembandingan itu tak perlu.

"Saya pikir kurang elok kalau kita katakan kita ingin membanding-bandingkan, tetapi pada dasarnya itu bagi kami setiap warga negara memiliki hak untuk memilih dan dipilih," katanya.

Di Jawa Tengah, Demokrat sendiri masih belum menentukan dukungan pada Pilkada. Keputusan dukungan itu, kata Syarief baru akan diputuskan setelah Partai Demokrat menggelar rapat pada akhir Desember mendatang.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya