Berita

Reni Marlinawati/RMOL

Politik

Reni Marlinawati: Seperti Apapun Pembungkaman, Empati Indonesia Ke Muslim Uighur Tidak Akan Berubah

SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 04:26 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tudingan Wall Street Journal terkait pemberian uang diam dari China ke organisasi massa (Ormas) Islam Indonesia menuai pro kontra.

Pasalnya, media asing Amerika Serikat Wall Street Journal (WSJ) mengabarkan adanya bantuan dana kepada ormas-ormas Islam di Indonesia, dengan tujuan membungkam soal dugaan pembantaian ratusan umat muslim Uighur di Xinjiang, China.

Hal itu, disebutkan WSJ, terbukti dari perbedaan pendapat para tokoh senior NU dan Muhammadiyah pasca tour ke Xinjiang China.


Hal ini membuat mantan Majelis Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Reni Marlinawati angkat bicara.

Ia mengatakan, perubahan sikap itu menunjukan adanya kemungkinan pemberian uang diam kepada ormas-ormas Islam besar di Indonesia.

"Mungkin saja bisa terjadi, tapi kalau itu terjadi sangat naif ya," ujar Reni saat ditemui dibilangan Cawang, Jakarta, Jumat (13/12).

Namun demikian, Politisi PPP ini meyakini pembungkaman yang jika benar dilakukan China terjadi, tidak akan merubah empati masyarakat Indonesia terhadap Muslim Uighur.

"Artinya dalam hal ini, seperti apapun dibungkam institusinya, elitenya, tapi di bawah buktinya di media sosial (empati ke Muslim Uighur) masih muncul," ujar Reni.

"Jadi menurut saya terlalu berlebihan kalau misalkan betul mereka melakukan upaya pembungkaman terhadap ormas-ormas Islam agar tidak mengangkat itu," dia menambahkan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya