Berita

Willy Aditya/Net

Politik

Wacana Amandemen UUD Jangan Cuma Jadi Konsumsi Elite

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 17:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Wacana amandemen UUD Negara Republik Indonesia terus menghangat di ruang publik. Dari mulai sebatas penambahan haluan negara, kemudian berkembang ke penguatan lembaga negara, hingga teranyar penambahan masa jabatan presiden turut menyeruak.

Terlepas dari itu, anggota Badan Sosialisasi MPR RI, Willy Aditya ingin perdebatan tidak hanya menjadi konsumsi elite politik. Tapi turut membumi dan melibatkan seluruh kalangan masyarakat.

Sebagaimana tradisi dialog para pendiri bangsa, perdebatan selalu melibatkan rakyat. Dahulu, urainya, pendiri bangsa Indonesia berdebat keras tentang prinsip-prinsip yang akan menjadi landasan negara.


Dari perdebatan itu, ide-ide dasar negara kemudian mengalir begitu deras dari kelompok yang berbeda pandangan begitu tajam. Namun dari semua perdebatan itu, akhirnya ditemukan satu titik kesamaan sebagai kesepakatan bersama.

Kala itu, semua ide mengenai dasar negara mulai dari negara Islam, sosialis, demokrasi, hingga komunis didebatkan. Hanya satu ide yang ditolak oleh semuanya, liberalisme.

“Itu fakta sejarah, bagaimana dasar negara hari ini dilahirkan,” ungkap politisi Nasdem itu kepada wartawan, Rabu (4/12).

Sementara dalam menyikapi berbagai amandemen tersebut, Willy menegaskan bahwa partainya secara tegas menginginkan amandemen UUD secara menyeluruh. Dengan catatan, kajian yang dilakukan mempertimbangkan cita-cita Indonesia masa depan.

“Artinya amandemen bukan hanya demi kepentingan jangka pendek, namun untuk perbaikan menyeluruh,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya