Berita

Ari Kuncoro-Saleh Husin-M. Anis/Net

Politik

Ari Kuncoro Resmi Gantikan M. Anis Sebagai Rektor UI

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 17:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Prof. Ari Kuncoro resmi menjabat Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2019-2024, Rabu (4/12).

Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) Saleh Husin melantik Ari, di Balai Purnomo UI, Kampus Depok, Jawa Barat. Pelantikan dilanjutkan dengan serah terima jabatan Rektor UI dari Prof. Muhammad Anis kepada Ari.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim hadir menyaksikan dan menyampaikan pidato pada acara pelantikan tersebut. Selain itu, upacara pelantikan juga dihadiri Sekretaris MWA UI Prof. Wiku Adisasmito, para anggota MWA UI diantaranya Sri Mulyani Indrawati, dan para pimpinan di lingkungan UI, kalangan dosen, mahasiswa, ILUNI UI serta tamu undangan.


Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 020/SK/MWA-UI/2019 tentang Pemberhentian Rektor UI periode tahun 2014-2019 dan Pengangkatan Rektor UI periode tahun 2019-2024, Ari (sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI) ditetapkan sebagai Rektor UI periode 2019-2024 yang menjalankan tugas dan kewajiban sebagaimana yang diatur dalam PP 68/2013 tentang Statuta UI.

Menteri Nadiem mengapresiasi pencapaian peringkat UI dalam QS University Ranking serta terkhusus capaian UI yang dinobatkan sebagai Perguruan Tinggi terbaik ke-80 tingkat dunia yang memberikan dampak luas bagi sosial dan ekonomi bangsa oleh lembaga Pemeringkatan Times Higher Education (THE) dalam daftar World University Impact Rankings 2019.

"Prioritas perguruan tinggi sama halnya dengan prioritas kementerian, lembaga lainnya di Indonesia yaitu SDM Unggul. Sebagai perguruan tinggi, maka UI dapat mengambil peran untuk mencetak para lulusan calon pemimpin masa depan. Saat ini kita hidup di tengah ketidakpastian, dimana gelar tidak menjamin kompetensi, kelulusan tidak menjamin kesiapan berkarya, akreditasi tidak menjamin mutu, masuk kelas tidak manjamin belajar," tuturnya.

Nadiem menambahkan, untuk itu, dia mengintepretasikan upaya mencetak SDM unggul di universitas adalah dengan kemerdekaan belajar, dan dosen bergerak.

Kemerdekaan belajar dalam artian memberi kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

Sedangkan dosen bergerak adalah tidak merasa terancam ketika kapabilitas mahasiswa melampaui dosen; senantiasa mencari ilmu baru secara otomatis dan akan melibatkan orang lain yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran mahasiswa, melibatkan proses belajar yang aktif di dalam kelas seperti diskusi, debat, tanya jawab dan juga melibatkan mahasiswa di dalam project.

"Selalu sematkan pertanyaan sebelum memulai mengajar: apakah tiap jam mahasiswa relevan untuk masa depannya?" ucap Nadiem.

Sedangkan dalam pidatonya, Ari menuturkan, terima kasih kepada Anis yang telah meletakkan dasar-dasar UI untuk maju ke depan. Belajar dari kemajuan dunia yang saat ini berpusat di timur seperti Jepang maupun Tiongkok, kunci kesuksesan negara tersebut ada pada social capital. Yang didefinisikan sebagai kumpulan dari network manusia.

Apapun bentuk kebijakan harus memerhatikan akar budaya manusia-manusia di dalamnya. Institusi tidak pernah belajar melainkan manusia di dalamnya yang belajar. Nilai-nilai yang baik dipertahankan dan dilanjutkan. UI telah memiliki pondasi dan jejaring yang kuat menuju world class university.

"Saya akan melanjutkan amanah untuk memupuk social capital dan memajukan UI tentu dengan kolaborasi berbagai pihak, salah satunya dengan pihak industri, swasta dan pemerintah," demikian Nadiem.

Ari terpilih menjadi Rektor UI setelah melalui tahapan seleksi hingga menyisakan tiga calon rektor, dimana dua kandidat calon Rektor UI lainnya adalah Prof. Abdul Haris dan Prof. Budi Wiweko.

Proses pemilihan Rektor UI berjalan berdasarkan asas profesional, non-diskriminatif, akuntabel, dan setiap proses berlangsung transparan. Proses pemilihan Rektor terdiri atas penjaringan, penyaringan, dan penetapan, serta pelantikan yang berlangsung mulai dari Mei hingga September 2019.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Timur Tengah Memanas, PKB Ingatkan Ancaman Lonjakan Harga Pupuk

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:53

Likuiditas Februari Tumbuh 8,7 Persen, Ditopang Belanja Pemerintah dan Kredit

Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:38

Trump Bikin Gaduh Lagi, Hormuz Disebut “Selat Trump"

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:53

Krisis BBM Sri Lanka Mulai Mengancam Sektor Pangan

Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:17

Arus Balik Lebaran 2026 Dorong Rekor Baru Penumpang Kereta Api

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:53

Beban Utang AS: Masalah Besar yang Masih Diabaikan Pasar

Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:24

IHSG Lesu Pasca Libur Lebaran, Asing Ramai-ramai Jual Saham

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52

Amerika Sesumbar Bisa Habisi Iran dalam Hitungan Minggu Tanpa Perang Darat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:40

Kapal Pertamina Masih Tertahan di Hormuz, DPR Desak Presiden Turun Tangan!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:28

Komisi XII DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal untuk Hemat Energi!

Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:12

Selengkapnya