Berita

Said Didu/Net

Politik

Penerimaan Pajak Bolong Rp 559 T, Said Didu: Dampak Perencanaan Asal Bapak Senang

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 14:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Realisasi penerimaan pajak di tahun 2019 jauh panggang daripada api. Pada bulan Oktober, penerimaan masih minus Rp 559,06 triliun dari target APBN.

Pada November lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani berkilah bahwa kekurangan penerimaan terjadi karena penurunan harga komoditas di pasar internasional.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menyangkal alasan Menteri Keuangan berpredikat terbaik dunia itu. Menurutnya, bukan faktor eksternal yang membuat penerimaan pajak bolong, melainkan perencanaan yang tidak matang.


Perencanaan kurang realistis dan sebatas menyenangkan atasan atau istilah lamanya, asal bapak senang (ABS).

“Beginilah dampak kalau membuat perencanaan tidak realistis dan ABS,” tegasnya dalam akun Twitteri pribadi, Rabu (4/12).

Dia juga mengkritik perencanaan APBN 2019 yang sangat ambisius. Belanja besar direncanakan sementara di satu sisi penerimaan negara tidak sanggung mengcover.

“Jadi seperti dugaan sebelumnya,” tuturnya.

Pada Oktober lalu, data Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp1.018,5 triliun atau 64,56 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp1.577,56 triliun.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya