Berita

Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Rocky Gerung Akan Dipolisikan, Pengamat: Mereka Seperti Menjaga Jokowi, Bukan Negara

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 14:10 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kritikan berujung laporan polisi yang hendak dilayangkan pendukung Presiden Joko Widodo kepada Rocky Gerung sama sekali tak mencerminkan semangat demokrasi.

"Ini menurut saya engga sehat. Jadi kalau sudah begitu tuh (melaporkan ke polisi) saya kira mereka menjaga Pak Jokowi, tidak menjaga Republik," ujar pengamat politik Ray Rangkuti saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/12).

Bagi pendiri Ligkaran Madani ini, pernyataan Rocky yang disampaikan dalam forum Indonesia Lawyers Club hanya sebatas kritikan, bukan mencaci atau bahkan menghina.


"Kecuali kalau Rocky Gerung menyebut sesuatu yang bersifat fisik ya, itu baru caci maki namanya," terangnya.

Ia juga meminta kepada para pendukung Jokowi untuk menumbuhkan semangat kritisisme, bukan mematikannya.

"Jagalah republik, jangan jaga orang. Kita jaga sama-sama republik ini, bangsa ini, bukan orang-perorang. Jadi kalau mengkritik Jokowi itu bukan berarti mengkritik Republik, itu dua hal yang berbeda," tutupnya.

Dalam acara ILC, Selasa malam (3/12), politisi PDIP, Junimart Girsang berniat melaporkan Rocky Gering ke pihak kepolisian. Hal ini buntut dari pernyataan Rocky yang menyebut Presiden Jokowi tak mengerti Pancasila. Namun pernyataan tersebut dianggap telah menghina kedudukan presiden.

"Karena beliau (Presiden Jokowi) kader PDI Perjuangan, melalui forum ini dan atas izin pengurus, saya akan melaporkan Pak Gerung sudah menghina simbol negara," kata Junimart saat menjadi narasumber.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya