Berita

Said Didu Sidak Proyek pembangunan kereta api di Sulawesi/Repro

Politik

Sidak Kereta Api Sulawesi, Said Didu: Proyek Pencitraan Berujung Mangkrak?

SELASA, 03 DESEMBER 2019 | 21:31 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Proyek pembangunan transportasi kereta api pertama di Sulawesi ternyata tak kunjung rampung.

Bahkan penyelesaian proyek yang dibangga-banggakan Presiden Joko Widodo saat hendak mengakhiri periode pertamanya itu belum sampai 50 persen.

"Proyek kereta api Sulawesi akan jadi proyek mangkrak? Baru terbangun sekitar 40 km (30% tahap I Makassar-Parepare atau sekitar 0,03% Makassar-Manado)," tutur mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di laman twitter pribadinya yang dikutio redaksi, Selasa (3/12).


Dalam unggahannya, ia juga menyertakan video inspeksi dadakan (Sidak) yang dilakukan di proyek lintas Sulawesi di daerah Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Video berdurasi 02.20 menit yang ia bagikan menjelaskan, proyek tersebut sempat dibangga-banggakan sebagai proyek kereta api pertama di luar Jawa Sumatera dengan ambisi akan selesai sebelum Pilpres 2019.

Ada beberapa kendala yang dijelaskan Said Didu. Pertama adalah masalah pembebasan lahan proyek sepanjang 150 km dari Makassar ke Parepare.

"Kereta ini dibangun di tengah-tengah, yakni di Barru yang panjangnya kira-kira baru 60 km (lahan) yang dipadatkan, tetapi relnya belum sampai 60 km dari panjang tahap pertama 150 km," jelasnya.

Hal lain yang menjadi krusial adalah kendala anggaran. Hal itu sesuai dengan prediksinya sejak awal pembangunan.

"Perhitungan saya dari awal memang proyek ini belum layak secara ekonomi tapi digunakan sebagai pencitraan dan akhirnya mudah-mudahan proyek ini tidak mangkrak," paparnya.

"Saya yakin betul APBN sangat sulit membiayai proyek ini ke depan karena memang secara ekonomi belum dibutuhkan di Sulawesi. Apakah akan mengkrak? Tergantung kepada kebijakan-kebijakan dan sumber pembiayaan negara," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya