Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Tolak Usulan Bamsoet, Arief Poyuono: Presiden Jokowi Punya Indra Keenam

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 16:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo sudah tepat menolak wacana penambahan masa jabatan Presiden lebih dari dua periode lewat amandemen UUD 1945.

"Kangmas Joko Widodo itu pemimpin yang ikhlas dan berbudi luhur dan tidak maruk kekuasaan. Jadi benar apa kata Kangmas, itu hanya untuk menjerumuskan dan menampar muka serta cari muka ke Kangmas saja," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono, Senin (2/12).

Menurut Arief, itu cuma bisa-bisanya pengusul agar dapat dukungan dari Presiden Jokowi menjelang Munas Partai Golkar tahun 2019.


"Untung saja Kangmas orangnya sangat waspada dan teliti dan punya indra keenam dimana Kangmas bekerja dengan wacana masa jabatan Presiden jadi tiga kali itu hanya untuk menjebloskan Kangmas yang dianggap maruk jabatan," tuturnya.

Dan yang paling berbahaya, lanjut Arief, jika wacana usulan pada tahun 2020 nanti, bermaksud untuk melengserkan Jokowi dengan cara-cara jahat.

"Saya ingatkan Kangmas harus tetap eling lan waspodo dan manunggal karo Gusti Allah, sebab banyak srigala-srigala jahat yang mau menjerumuskan Kangmas nantinya," ucapnya.

"Tetap terus bekerja Kangmas untuk rakyat dan kita hadapi musim winter ekonomi global agar ekonomi Indonesia tidak jadi beku alias amsiong," pungkas Arief menambahkan.

Wacana amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan Presiden jadi tiga periode pertama kali disampaikan oleh Ketua MPR Bambang soesatyo.

Politisi Golkar itu mengkalaim wacana menambah masa jabatan Presiden datang dari masyarakat dan MPR berusaha mengakomodir.

Banyak yang berpendapat, manuver Bambang soesatyo itu untuk mencari perhatian dan mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi. Dia digadang-gadang bakal maju sebagai calon ketua umum Golkar pada Munas awal bulan ini.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya