Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Pesona Misteri Candi Cetho

MINGGU, 01 DESEMBER 2019 | 09:47 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SAHABAT merangkap jurnalis senior serta mahaguru saya tentang mendaki gunung, Dar Edi Yoga mengingatkan saya bahwa di lereng barat Gunung Lawu pada ketinggian nyaris 1500 meter di atas permukaan laut terdapat sebuah kawasan candi  yang disebut sebagai Candi Cetho.

Cetho

Nama Candi Cetho berasal dari nama dusun di dekat lokasi kawasan yaitu Desa Cetho yang dalam bahasa Jawa bermakna “tampak jelas”. Dari desa Cetho tampak jelas Gunung Merbabu dan Gunung Merapi di samping puncak Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Juga tampak jelas kota Surakarta dan Karanganyar. Candi Cetho beda dari candi-canci lainnya di pulau Jawa sebab memiliki eksterior tigabelas punden berundak.


Candi Cetho diangkat ke permukaan arkeologi Barat oleh sejarahwan Belanda, Van de Vlies pada tahun 1842 yang kemudian disusul penelitian oleh  A.J. Bennet Kempers, K.C. Crucq, W.F. Sutterheim, N.J. Krom dan Riboet Darmosoetopo. Pada tahun 1928 Candi Cetho mulai digali dan dipugar kembali oleh   Commissie vor Oudheiddienst Hindia Belanda.

Berdasarkan kondisi reruntuhannya, candi ini diperkirakan berusia tidak jauh berbeda dari Candi Sukuh, yang cukup berdekatan lokasinya. Kawasan candi Cetho digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat pemujaan. Candi ini juga merupakan tempat pertapaan bagi para penganut kepercayaan  Jawa.

Alien

Eksterior Candi Cetho sama halnya dengan Candi Sukuh mirip piramida Maya di Meksiko dan Inka di Peru. Beberapa patung mirip orang Sumeria atau Romawi dengan kuping besar dan kepala besar. Mata arca itu juga dianggap mirip posisi mata pada seni pahat Sumeria. Gelang pada tangan kanan dan kiri merupakan ciri khas tradisi masyarakat Sumeria sekitar abad IV Sebelum Masehi.

Bahkan ada yang menafsirkannya sebagai alien alias mahluk luar bumi. Segenap pesona misteri tersebut menjadikan Candi Cheto menarik sebagai destinasi wisata kebudayaan di samping memicu polemik para ahli sejarah tentang masa pembangunan Candi Cetho.

Melihat arsitekturnya, bisa ditafsirkan bahwa Candi Cetho telah dibuat jauh sebelum masa Kerajaan Majapahit namun kemudian tertutup material letusan Gunung Lawu pada masa lalu. Bahan batu andesit candi Cetho juga berbeda dengan candi Hindu di masa kerajaan Majapahit yang lazim menggunakan batu bata merah.

Penulis pembelajar kebudayaan dan peradaban Nusantara.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya