Berita

Sakinah Aljufri/Ist

Politik

Sakinah Aljufri: Pancasila Mengajarkan Peduli Terhadap Sesama

RABU, 27 NOVEMBER 2019 | 17:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota DPR/MPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah (Sulteng), Sakinah Aljufri mengelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR, di aula Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulteng, Selasa (26/11).

Pada kegiatan sosialisasi tersebut, Sakinah mengatakan bahwa sebagai wakil rakyat wajib mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan agar masyarakat tahu tentang Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

"Kita bersyukur dan patut berbangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki 17 ribuan kepulauan dengan 35 provinsi, 700 suku dan ribuan bahasa. Ini tidak ada di negara-negara lain selain di Indonesia. Alhamdulillah kita punya ideologi berupa Pancasila yang menjadikan pemersatu bangsa," kata Sakinah.


Sakinah menjelaskan pada sila pertama, yaitu Ketuhan Yang Maha Esa. Yaitu berarti negara RI penduduknya wajib berketuhanan yang Maha Esa.

Pancasila sebagai pemersatu bangsa kata dia, seluruh warga negara Indonesia wajib menjalankan agamanya masing-masing dengan benar. Dengan menjalankan agama dengan benar, berarti mereka peduli akan sesama sebab tidak satupun agama yang mengajarkan kejahatan dan tidak peduli kepada sesama.

"Semua ajaran dari agama-agama yang diakui di Indonesia, mengajarkan kita untuk berbuat baik, berkasih sayang," ujarnya.

Sila kedua, lanjut Sakinah, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sungguh indah bangsa Indonesia dengan penduduk yang majemuk dan pemimpin-pemimpin yang amanah bersikap adil dalam melaksanakan tugasnya baik dari tingkat RT/RW, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan legislatif. Para pemimpin tidak hanya bisa berbicara, tetapi menjadi figur panutan oleh masyarakat.

Selanjutnya sila ketiga, Persatuan Indonesia, dimana Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Bangsa Indonesia, memiliki banyak perbedaaan dari suku, agama, bahasa, tetapi satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air yaitu Indonesia.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Artinya, masyarakat sudah mengirimkan wakil-wakilnya untuk menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Selain itu, membawa aspirasi rakyat dalam musyawarah untuk kepentingan bangsa tanpa memikirkan kepentingan pribadi dan golongan.

"Mari kita berpikir tentang daerah kita, memperbaiki daerah masing-masing untuk menjadi satu kesatuan bangsa yang lebih baik ke depan," kata Sakinah.

Sila terakhir adalah, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yaitu bahwa pemerintah harus bersikap adil bagi seluruh rakyat. Dalam sila ini bangsa Indonesai diminta untuk tidak pilih kasih. Dalam persoalan hukum, tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas, tetapi yang diinginkan harus bersikap adil dalam melaksanakan hukum yang ada di Indonesia.

Menurut Sakinah, harapan dari sosialisasi ini, masyarakat bisa memahami tentang bangsa yang majemuk, beraneka ragam, namun tetap satu yaitu satu bangsa, bahasa, tanah air Indonesia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya