Berita

Diskusi Indonesia Podcast Show/Net

Politik

Kaum Milenial Agen Terdepan Kemajuan Pembangunan Di Periode Kedua Jokowi

SELASA, 26 NOVEMBER 2019 | 19:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kedekatan Presiden Jokowi dengan kaum milenial tidak diragukan lagi. Sejak periode pertama sampai sekarang, Jokowi memberikan perhatian khusus pada anak muda. Di periode keduanya bersama Wapres Maruf Amin, perhatian lebih diberikan kepada milenial dengan menempatkanya sebagai staf khusus.

Bagaimana dengan pembangunan di periode keduanya ini, terutama di mata anak-anak milenial. Apakah cukup siginfikan dengan kehadiran 7 stafsus milenial. Anak-anak milenial ini tentu harus diberikan pemahaman terkait dengan kinerja pemerintah, karena pada 2030 jumlah generasi milenial ini mencapai 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi kekinian yang dinamakan #IndonesiaPodcastShow yang diselenggarakan oleh anak-anak muda yang memiliki radio online www.pemudafm.com. Mengambil tema "Pembangunan Indonesia Periode Kedua Jokowi di Mata Generasi Milenial", diskusi ini diadakan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/11).


Hadir sebagai pembicara, Tenaga Ahli Utama KSP Rawanda W Tuturoong; Jurubicara PSI Mikhail Gorbachev; Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama; dan pengamat politik Hasan Nasbi.

Dalam paparanya, Rawanda mengatakan bahwa generasi milenal saat ini tengah melek politik, berbeda dengan sebelumnya saat ini kata dia sangat menarik dan signifikan. Ditambah lagi generasi sekarang lebih kritis.

"Generasi saat ini akan menjadi posisi sangat penting, dan saat ini waktu yang tepat untuk membangun sebuah visi dan misi bersama dengan generasi saat ini," kata Rawanda.

Rawanda juga mengajak kepada generasi milenail untuk bergabung bersama pemerintah membangun dan melalukan perubahan demi kemajuan bangsa. Termasuk dirinya yang optimis generasi milenail bisa memberikan dampak positif bagi bangsa.

"Di era digital sekarang tentu bisa sama-sama belajar dan memberikan gagasan, ide yang bagus. Kalau ada pilihan saya termasuk orang yang optimis bahwa pembangunan Indonesia akan berjalan dengan dukungan dari generasi milenial," tegasnya.

Jurubicara PSI, Mikhail Gorbachev optimis bahwa generasi milenal akan membawa perubahan signifikan bagi kemajuan bangsa, menurutnya tahun 2019 ini secara populasi generasi milenial ini sangat besar dan milanial ini diperbutkan dunia. Bahkan wisata dalam negeri bisa terngkat karena anak-anak muda.

"Pak Jokowi sangat menangkap betul hal itu, sehingga dia mengangkat staf khususnya dari kalangan anak-anak muda. Ini bukti bahwa trand anak muda saat ini sangat baik, dan tentunya Pak Jokowi ingin belajar lebih baik lagi untuk membangun Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KNPI Haris Pertama mengatakan bahwa untuk melibatkan anak-anak muda perlu sebuah pelatihan khusus sehingga ketika bersaing anak-anak muda kita punya skil dan siap bertarung di dunia kerja.

"Presiden Jokowi harus fokus membangun anak-anak muda yang produktif, jangan kemudian dijadikan alat politik semata. Berikan mereka pelatihan khusus, kalau perlu sampai ke tingkat desa. Saya melihat bahwa perhatian khusus dari pemerintah kurang dari 5 persen dari jumlah yang ada, harusnya mereka bisa lebih diperhatikan lagi," ujar Hari.

Terakhir, pengamat politik Hasan Nasbi menjelaskan, generasi milenial saat ini jumlahnya sangat besar, ini bisa menjadi energi yang sangat besar bagi bangsa asal penempatanya tepat. Masalahnya anak muda sekarang kelemahannya satu, kurang pengalaman.

"Pak Jokowi mencoba mengkombinasikan itu, bila ini berhasil saya yakin akan meledak sekali karena mendapat masukan ide-ide yang cemerlang dari anak-anak muda, dan saya yakin kalau berhasil bisa melampaui masa yang terhadulunya," ujar Hasan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya