Berita

Bamsoet (kemeja putih)/RMOL

Politik

Pengamat: Wacana Dari Bamsoet Manuver Caper Yang Bikin Indonesia Mundur

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 | 14:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wacana dari Ketua MPR Bambang Soesatyo yang ingin menambah periode jabatan presiden menuai kritikan tajam dari sejumlah kalangan.

Salah satunya dari pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra. Dia paham bahwa maksud dari pria yang akrab disapa Bamsoet itu adalah bermanuver untuk mencari perhatian (caper) ke Presiden Joko Widodo.

Ini mengingat Bamsoet masih ngotot untuk maju di Munas Golkar menghadapi petahana Ketua Umum Airlangga Hartarto.


Tapi di satu sisi, Iwel menilai manuver Bamsoet berlebihan. Sebab bisa membuat Indonesia menjadi mundur karena dipimpin oleh rezim otoriter.

“Itu hanya manuver, sensasi, hanya ingin menarik perhatian. Tapi justru itu bikin Indonesia mundur,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/11).

Manuver mantan ketua DPR itu, kata Iwel, memang wajar dan lumrah terjadi di Indonesia. Sebab, seorang yang ingin maju jadi pimpinan partai politik seperti diharuskan mendapat restu dari penguasa negeri.

“Memang politik kita seperti itu. Yang mau jabat pimpinan politik, harus didukung kekuasaan,” tegasnya.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya