Berita

Amien Rais saat menghadiri milad PAN/RMOL

Politik

Amien Rais Melunak, Istana Bisa Intervensi Pemilihan Ketum PAN

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 05:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menjelang Kongres 2020 mendatang, sejumlah nama menguat sebagai kandidat calon Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN). Mulai dari Mulfachri Harahap, Drajad Wibowo, petahana Zulkifli Hasan, hingga putra Amien Rais, Hanafi Rais menjadi sosok kuat untuk menakhodai PAN.

Berkaca dari pengalaman, calon Ketum PAN sangat tergantung pada restu pendiri partai, Amien Rais. Hal itu tentu setelah mendapat dukungan dari akar rumput.

"Dari pengalaman yang sudah-sudah, siapa yang akan terpilih sangat bergantung pada restu Amien Rais. Sosok caketum PAN boleh siapa saja dan bisa berapa saja yang maju nanti, namun yang penting Amien Rais menyetujui figur tersebut untuk menjadi ketua umum," kata Director Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/11).


Pengaruh Amien Rais cukup kuat di internal partai. Igor pun menyinggung Kongres PAN pada 2015 silam. Saat itu pengaruh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada sosok Hatta Rajasa bisa dikalahkan oleh figur Zulkifli Hasan yang lebih direstui oleh Amien Rais.

"Di PAN siapapun nanti ketumnya, restu dari Amien Rais tetap penting," sambungnya.

Namun belakangan, ada pergeseran peta kekuatan. Pasca Pilpres 2019, ada perubahan dinamika yang terjadi. Igor berpandangan, saat ini figur Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) mulai melunak.

"Pengaruh istana bisa masuk dan mendukung salah satu calon ketum PAN, dan direstui juga oleh Amien Rais. Indikasi ini terlihat dari menghilangnya Amien Rais yang selama ini dikenal keras dalam memberikan pernyataan kepada publik terkait pemerintahan terpilih," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya