Berita

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini/RMOL

Nusantara

Tri Rismaharini Dituding Kuras APBD Untuk Ke Luar Negeri, Ini Klarifikasinya

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 03:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tudingan miring soal penggunaan jor-joran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk bepergian ke luar negeri oleh Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dibantah oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menjelaskan, agenda kerja Walikota ke luar negeri dipastikan tak menguras APBD.

Menurutnya, mayoritas pembiayaan atau akomodasinya selama perjalanan ke luar negeri itu ditanggung oleh pengundang. Tak jarang pula akomodasi itu ditanggung oleh The United Cities and Local Governments Asia Pacific(UCLG Aspac), karena Risma juga menjabat Presiden UCLG Aspac.


"Ada pemberitaan yang kurang tepat yang harus Pemkot luruskan. Di antaranya, Bu Walikota tidak sampai 14 kali ke luar negeri. Selama 2019 hanya ke luar negeri sebanyak sembilan kali. Ada beberapa agenda ke luar negeri yang batal dihadiri Bu Walikota,” kata Febriadhitya dilansir Kantor Berita RMOLJatim, Selasa, (19//11).

Sembilan agenda tersebut merupakan undangan, bukan kunjungan kerja inisiatif Pemkot Surabaya. Begitu pula dengan biayanya, mayoritas dibiayai pengundang dan tak memberatkan APBD Kota Surabaya.

Seperti halnya agenda (19/2) di New York, Amerika Serikat, Risma diundang Presiden Majelis Umum PBB dan Direktur FAO. Biaya agenda tersebut sepenuhnya ditanggung panitia. Saat itu, Risma menjadi pembicara terkait ketahanan pangan dan program urban farming di Surabaya.

Ia menegaskan, kegiatan Risma ke luar negeri juga mayoritas posisinya sebagai Presiden UCLG Aspac. Seperti agenda  di Yi Wu Tiongkok 21-24 Mei, Makati Filipina 4-7 September, New York pada 24-25 September, dan di Cologne, Jerman pada 15-18 Oktober.

"Kunjungan-kunjungan itu tidak menggunakan APBD Kota Surabaya sama sekali. Semua biaya ditanggung pengundang," jelasnya.

Dalam lawatannya ke luar negeri, Febri memastikan bahwa Risma juga mengedepankan efisiensi waktu dan biaya. Contohnya kunjungan ke Austria dan Filipina pada 1-4 September dan 5-7 September yang memilih penerbangan langsung tanpa harus transit ke Indonesia.

Di sisi lain, selama Risma melakukan lawatan ke luar negeri, manfaatnya bisa dirasakan bagi Kota Surabaya. Walikota wanita pertama ini selalu mempromosikan Kota Pahlawan. Sehingga, selama hampir 10 tahun sudah tak terhitung beberapa kali forum internasional digelar di Surabaya.

"Yang paling besar adalah acara UN Habitat yang pesertanya mencapai 4 ribu orang lebih. Banyaknya orang dari luar negeri yang datang ke Surabaya ini tentu sangat bermanfaat untuk Surabaya. Hotel jadi ramai, restoran ramai, oleh-oleh juga ramai dan berdampak pada PAD (Pendapatan Asli Daerah),” pungkasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya