Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok/Net

Politik

Tak Pernah Segaduh Ini, Pemilihan Direksi BUMN Sengaja Untuk Tutupi Resesi?

RABU, 20 NOVEMBER 2019 | 00:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik Tanah Air saat ini tengah disuguhkan dengan ramainya penunjukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai salah satu petinggi di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kegaduhan bermula saat Menteri BUMN, Erick Thohir memanggil eks Gubernur DKI Jakarta itu ke kantornya, Rabu (13/11).

Ahok pun dengan lantang membenarkan dirinya akan dilibatkan sebagai salah satu direksi BUMN oleh Erick. Hal itu ia sampaikan kepada wartawan yang sudah menantinya.


"Intinya kami bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu direksi BUMN. Begitu aja. Jabatannya apa, BUMN mana, saya belum tahu. Mesti tanya ke Pak Menteri, itu saja," jelas Ahok.

Tak pelak, statement ini langsung dibanjiri beragam komentar oleh publik. Tak sedikit yang secara terang-terangan menolak Ahok lantaran memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana.

Fenomena ini pun mendapat perhatian dari pakar komunikasi politik, Hendri Satrio yang melihat sisi lain dari penunjukan Ahok. Dari kacamata pengamatannya, ada skenario yang seakan-akan sengaja dibuat agar publik terpusatkan dengan perombakan direksi di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

"Seinget saya, pemilihan Direksi BUMN belum pernah segaduh saat ini, seperti ada panggung yang dibuat agar perhatian kita tertuju ke situ," kata Hendri di akun twitter pribadinya, Selasa (19/11).

Ia tak menjabarkan secara gamblang maksud dari pernyataannya itu. Namun, penunjukan Ahok sebagai salah satu makhoda BUMN sukses menyedot perhatian publik, termasuk salah satunya ekonom senior Rizal Ramli yang juag mengkritisi kebijakan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf itu.

"Bang Rizal Ramli pun ikutan komentar tentang lakon panggung itu, sedikit berpaling dari isu resesi ekonomi yang konon akan tiba," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya