Berita

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil/Net

Politik

Duh! Sejak Pilpres 2019, Bawaslu Jabar Ngaku Dicuekin Ridwan Kamil

SELASA, 19 NOVEMBER 2019 | 03:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada perlakuan berbeda yang dirasakan Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (Bawaslu Jabar) dari Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Sejak Pilpres 2019, hubungan keduanya tak kunjung sinergis.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi mengatakan, dalam berbagai kegiatan baik buka bersama maupun halal bihalal Idul Fitri, Bawaslu tidak pernah mendapat undangan sebagaimana penyelenggara Pemilu lainnya.

"Mungkin kalau dibilang diskriminasi terlalu kasar, jadi mungkin kurang sinergi saja. Tentunya ini berbeda dengan KPU ya. Soal penyebab, bisa tanya beliau (Ridwan Kamil) langsung," ucap Zaki dilansir Kantor Berita RMOLJabar, Senin (17/11).


Zaki juga mengakui bahwa Bawaslu Jabar kurang difasilitasi. Bahkan fasilitas gedung kantor yang menempati lantai 3, tidak dapat diakses khususnya oleh masyarakat penyandang disabilitas.

"Kami sudah meminta supaya difasilitasi seperti lembaga penyelenggara Pemilu lainnya (KPU). Makanya kami sampaikan karena kantor tidak bisa diakses seluruh masyarakat," ujarnya.

Pihaknya pun berharap sinergitas antara Bawaslu dengan Gubernur Jabar bisa terjalin dengan baik. Hal ini diperlukan karena 8 daerah di Jabar seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kkabupaten Indramayu, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, serta Kota Depok akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 mendatang.

"Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu dengan gubernur harus dieratkan agar pesta demokrasi mendatang berjalan lancar dan aman. Apalagi kan 8 daerah di Jabar akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya