Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Ahok Balik Badan, Yang Begitu Mau Sikat Mafia?

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 16:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli dibully gara-gara menolak rencana pengusungan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi petinggi di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Gara-gara bedah kinerja, track record, dramatisasi Ahok, buzzers dan Ahoker hantam RR dengan kata-kata kasar, tuduhan dan argumen ngasal, kacian deh. Ahok di BUMN: problem dengan 'good governance', tidak punya corporate experiences. Kalau kata Gus Dur, EGP," kata RR sapaan akrabnya, Selasa (18/11).

"He he.. Sebelum pada ngasal nyablak. RR yang pertama buka dan kritik tentang mafia migas, bahkan demo 30 ribu orang protes kenaikan BBM dan hapuskan mafia migas tahun 2008. Juga RR dkk yang bawa bukti-bukti kejahatan mafia Migas ke Ketua KPK Abraham Samad. Kalian pada kemenong?" sambung RR dengan emoticon tertawa.


RR menjadi pembicara talkshow Apa Kabar Indonesia Malam bertajuk "Ahok Masuk BUMN: Penolakan Kencang" yang disiarkan tvOne, Sabtu malam (16/11).

Kepada pembully yang juga menuding RR gila jabatan, mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu menyebutkan, RR itu orangnya punya pendirian yang kokoh. Seperti saat yang bersangkutaan menjabat Komisaris Utama PT. Semen Gresik.

"Saya saksi tentang hal ini. Saat saya masih di BUMN, saya dapat tugas evaluasi Pak RR sebagai Komut PT Semen Gresik, pak @RamliRizal lebih memilih diberhentikan daripada disuruh "membebek". Akhirnya diberhentikan," kata Said Didu di akun Twitter @msaid_didu.

RR kemudian meretweet pernyataan Said Didu itu dengan mengatakan: "Sebagai Preskom Semen Gresik Grup, RR berhasil naikkan keuntungan dari Rp 800 miliar menjadi Rp 3,2 triliun dalam dua tahun. Tapi karena RR tolak dan pimpin demo kenaikan harga BBM (hanya setuju jika mafia migas disikat dulu), RR mengundurkan diri sebagai Preskom SG Grup".

Kembali ke Ahok. RR menyebut saat dia menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya, dia mengundang rapat Kementerian LHK, KKP termasuk Pemprov DKI yang langsung dihadiri Ahok, membahas soal reklamasi di utara Jakarta.

"Ahok thanks kepada Menko Rizal Ramli. Sebelum rapat, Ahok di depan pers katakan, 'saya akan dukung semua keputusan rapat Dr. RR karena beliau hebat pengetahuan dan pengalamannya, dan saya kalah nekat dengan dia'. Besoknya ketemu taipan reklamasi, Ahok balik badan," tutur RR.

"Yang begitu mau sikat mafia? Yang ada mah bakal maki-maki pegawai, sama mafia mah bakalan cincay. Kalau sekarang mah sopan bahasanya, begitu kuasa balik lagi adatnya. @jokowi," lanjut Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya