Berita

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain/Net

Politik

Tengku Zulkarnain: Penghinaan Sukmawati Kepada Nabi Kelihatan Disengaja Dan Dibackup

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 05:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad dengan jasa Soekarno dianggap sebagai bentuk penghinaan yang dilakukan secara sengaja.

Hal itu diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Tengku Zulkarnain usai melihat fenomena pembelaan kepada adik Megawati Soekarnoputri itu.

"Ketika kasus Sukmawati menghina agama Islam kali kedua, banyak sekali yang menghina orang yang marah kepadanya. Mereka yang menghina itu bukannya menasihati Sukmawati, tapi malah membelanya dan memaki orang yang marah," tutur Ustaz Tengku dalam akun twitternya, Senin (18/11).


"Jadi kelihatan penghinaan itu seperti disengaja dan dibackup banyak orang," sambungnya.

Secara logika dan bahasa, perbandingan yang disampaikan Sukma dalam sebuah diskusi yang viral di sosial media itu sudah salah kaprah dan tidak nyambung. Sebab, kehidupan Nabi Muhammad jauh berabad-abad dari Presiden pertama RI, Soekarno.

"Secara akal dan bahasa, ngapain dia bawa-bawa Baginda Nabi di abad 20  bagi NKRI, bukankah nabi sudah wafat 14 abad yang lalu. Ini unsur kesengajaan melecehkan Nabi. Tangkap," tandasnya.

Pernyataan Sukma menjadi perbincangan publik setelah video yang memperlihatkan pidatonya beredar ke publik.

"Yang berjuang di abad 20 itu Nabi Yang Mulia Muhammad apa Ir Soekarno untuk kemerdekaan. Silakan siapa yang mau menjawab," tutur Sukma kepada para mahasiswa yang hadir dalam diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme'.

Salah seorang mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pun sempat menjawab pertanyaan Sukma. Namun tak sampai selesai bicara, mahasiswa tersebut langsung dipotong Sukma.

"Memang benar pada saat abad 20 yang berjuang adalah Soekarno Hatta," tutur salah seorang mahasiswa yang kemudian distop Sukma.

Pidato Sukma ini pun kini berujung laporan polisi yang dilayangkan oleh simpatisan Koordinator Bela Islam (Korlabi) dengan nomor laporan LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, (15/11).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya