Berita

Sukmawati Soekarnoputri/Net

Politik

PBNU Merespons, Sukmawati Sudah Keliru Besar

SENIN, 18 NOVEMBER 2019 | 02:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut menyikapi pernyataan Sukmawati Soekarnoputri yang membanding-bandingkan Nabi Muhammad dengan Presiden pertama RI, Soekarno.

Menurut Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, ucapan Sukma yang disampaikan dalam forum diskusi yang viral di media sosial itu keliru.

"Pernyataan Sukmawati dalam forum tersebut sangat tidak tepat dan keliru besar. Pernyataan itu tidak kontekstual dan tidak ada manfaatnya sama sekali. Justru hal itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan ketersinggungan di kalangan umat." tutur Helmy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/11).


Ia berpandangan, sebagai seorang tokoh publik, seharusnya adik Megawati Soekarnoputri ini lebih bisa menata ucapannya kepada publik.

"Sukmawati seharusnya dapat berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," sambungnya.

Saat ini, pernyataan Sukma telah memicu amarah publik. Bahkan Sekjen Koordinator Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin resmi membawa kasus tersebut ke jalur hukum dengan LP/7363/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal (15/11) dengan tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP.

Menyinggung soal laporan tersebut, Helmy meminta kepada semua pihak untuk menunggu pernyatan resmi dari Sukma soal maksud dan tujuannya.

"Kita perlu tabayyun untuk mendapatkan secara utuh apa yang dimaksud Ibu Sukmawati," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya