Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Presiden Harus Segera Putuskan Siapa Yang Berwenang Jalankan Kartu Prakerja

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 07:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Konfederensi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menyarankan jika pemerintah ingin menjalankan program Kartu Prakerja maka harus dipersiapkan infrastruktur untuk mendukung program tersebut.

KSBSI berpendapat untuk mendukung Kartu Prapekerja tersebut, perlu dilakukan revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada, terutama keberadaan BLK tersebut harus sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin masif.

Ketua Departemen Lobby & Humas KSBSI Andy William Sinaga mengatakan BLK yang ada di sejumlah daerah perlu ditarik kordinasinya ke pusat agar Presiden dapat segera mengkordinasikan dengan kementerian terkait untuk operasional.


"Dunia kerja yang serba digital dan teknologi saat ini harus didukung oleh SDM unggul. Oleh karenanya keberadaan Kartu Prapekerja adalah salah satu solusi untuk mempersiapkan SDM unggul tersebut agar dapat berkompetisi di dunia kerja," ungkapnya, Sabtu (16/11).

KSBSI melihat Kartu Prapekerja merupakan terobosan yang dilakukan pemerintah untuk mensinergikan program pemerintah dalam mempersiapkan SDM unggul untuk menyonsong Indonesia Maju.

"Paling penting menurut saya Presiden perlu segera memutuskan siapa otoritas yang berwenang, artinya kementerian mana yang bertanggung jawab untuk menjalankan program Kartu Prapekerja, apakah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atau Kementerian Ketenagakerjaan," ucap Andy.

Dalam Pidato Nota Keuangan 2019, Presiden Joko Widodo mengatakan untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, pemerintah pada tahun 2020 akan menginisiasi program Kartu Prakerja.

Pemerintah daerah juga harus siap dalam mendukung implementasi Kartu Prakerja tersebut mulai dari penyebaran dan infrastruktur penunjang program tersebut.

"Para penerima Kartu Prakerja dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analisis, agribisnis,desai grafis, barista,bahasa asing dan operator alat berat," pungkas Andy.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya