Berita

Kepala BIN, Budi Gunawan/Net

Politik

Penunjukan Ahok Di BUMN Perlu Belajar Dari Pengalaman Budi Gunawan

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 05:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada beragam faktor perlu dipertimbangkan dalam menunjuk seorang pejabat yang bersinggungan dengan kepentingan orang banyak.

Seperti yang sedang ramai saat ini soal kabar penunjukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai petinggi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah harusnya tak hanya melihat dari sisi kapasitas dan kualitas, melainkan dampak yang ditimbulkan pasca penunjukan.

Director survey and polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara menjelaskan, pemerintah dalam hal ini Menteri BUMN, Erick Thohir perlu belajar dari pengalaman.


"Ini bukan soal pantas atau tidak, tetapi kegaduhan sangat penting dihindari demi lancarnya pemerintahan Jokowi di periode kedua," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/11).

Salah satu yang patut diingat adalah pemilihan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) tahun 2015 silam. Saat itu, calon Kapolri Budi Gunawan sudah tinggal selangkah lagi memimpin korps bhayangkara.

"Dulu Budi Gunawan juga secara kompetensi sangat layak menjadi Kapolri, bahkan sudah lolos dari fit and proper test DPR. Tetapi kegaduhan yang timbul dari komunitas antikorupsi menyebabkan Presiden berubah pikiran," sambungnya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, dosen Universitas Jayabaya ini berharap pemerintah tak gegabah dalam mengambil keputusan menunjuk Ahok sebagai petinggi BUMN. Sebab saat ini pun gelombang penolakan sudah mulai bermunculan, meski kepastian ditunjuknya mantan Gubernur DKI Jakarta itu belum jelas.

"Kasus Budi Gunawan bisa jadi contoh, gagal jadi Kapolri tidak membuatnya jobless. Posisi sebagai Kepala BIN pun didapat karena kompetensinya. Begitu juga Ahok, jika ingin diberi jabatan, harus dipikirkan dengan seksama jabatan yang tidak menimbulkan kontroversi publik, misalnya jadi Dubes RI untuk negara kuat seperti Cina, Amerika, atau Rusia," tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya