Berita

Ekonom Senior Rizal Ramli/RMOL

Politik

Ahok Jadi Bos BUMN, Rizal Ramli: Kelas Glodok, Kalau Utang Budi Cukup Jadi Dubes

SABTU, 16 NOVEMBER 2019 | 02:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Publik Tanah Air belakangan kembali dihebohkan oleh sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dikabarkan telah ditunjuk untuk menduduki jabatan penting di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ekonom senior Rizal Ramli yang concern terhadap dinamika kebijakan pemerintah ini pun turut menyoroti masuknya Ahok ke perusahaan plat merah di bawah kementerian yang dipimpin oleh Erick Thohir.

"Ini hereui (heureuy-lelucon) pisan Jokowi, kayak Indonesia kurang masalah aja," kata Rizal Ramli saat merespons meme soal penunjukan Ahok sebagai pejabat BUMN di twitternya, Jumat (15/11).


Bukan tanpa alasan, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok yang kini lebih suka disapa BTP itu memiliki rekam jejak yang cukup melekat di ingatan masyarakat. Mulai dari kasus hukum berujung penjara hingga dugaan kasus korupsi pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang juga dikait-kaitkan dengannya.

Terlepas dari kasus hukum yang pernah menjerat Ahok, RR yang sempat menduduki berbagai kursi kementerian ini menilai Presiden Joko Widodo masih punya banyak kandidat lain yang lebih mumpuni untuk mengisi jabatan di BUMN.

"Bermasalah, tidak punya corporate experiences, kelas Glodok. Banyak executives yang jauh lebih baik kok. Kalau utang budi, cukup (diberi jabatan) Dubes, jangan buat pembelahan lagi," tandas RR.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya