Berita

Protes di Irak/Net

Dunia

Gelombang Protes Di Irak Renggut 319 Nyawa

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 08:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang protes yang terjadi di Irak selama beberapa pekan terakhir telah merenggut ratusan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan bahwa korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 300 orang.

Aksi unjuk rasa teranyar pada Minggu (10/11), merenggut empat korban jiwa di ibukota Baghdad Irak. Dalam aksi tersebut, puluhan orang lainnya juga terluka.

Ketua komisi hak asasi manusia parlemen Irak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 319 orang telah meninggal dunia sejak 1 Oktober lalu. Sementara korban luka telah mencapai 15 ribu orang.


Sebagian besar koban adalah pengunjuk rasa anti pemerintah. Namun tidak sedikit juga petugas keamanan yang meninggal dunia dalam kekerasan yang terjadi.

Pasukan keamanan Irak sendiri tidak segan untuk menggunakan tembakan langsung, peluru berlapis karet, dan gas air mata untuk memadamkan demonstrasi besar-besaran di Baghdad.

Bukan hanya pengunjuk rasa, serangan juga tidak jarang menyasar pekerja medis.

"Mereka menargetkan kami untuk mencegah perawatan terhadap yang terluka," kata salah seorang pekerja medis, Dr Mustafa Fawzi kepada Al Jazeera.

"Dua hari yang lalu di sebuah jembatan, mereka mengejar kita. Kami bersembunyi di jalan-jalan kecil dan mereka menembaki kita dari Humvee. Dari siapa mereka dan dari siapa mereka mendapatkan perintah, kita tidak tahu," tambahnya.

Sementara itu, jru bicara militer Abdul Kareem Khalef membantah bahwa orang-orang bersenjata itu adalah bagian dari pasukan keamanan.

"Mereka bukan polisi anti huru hara, mereka bukan bagian dari pasukan kami. Mereka warga sipil, atau milisi, kami tidak tahu. Kami sudah memulai penyelidikan untuk melacak mereka," katanya.

Khalef menambahkan orang-orang yang disebutnya "penyusup" ini juga menyerang pasukan keamanan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

BNI Bawa Tiga UKM Indonesia Tembus Pasar Korea Selatan

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:23

Api Ludeskan Rumah Tinggal di Cakung Timur

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:14

BNI Geber Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

Jumat, 17 Juli 2026 | 00:01

Baznas dan Sound Rhythm Ajak Nonton Bola Sambil Sedekah

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:47

Rano Karno Targetkan 500 Penyanyi Tampil di Bundaran HI

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:16

Simpul Nominee Rumah Sentul

Kamis, 16 Juli 2026 | 23:00

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Capai 1,13 Juta Penonton

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:52

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:45

KPK Rampungkan Analisis Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:34

Wamen Investasi: Kepastian Hukum Jadi Faktor Penting Tarik Investor Asing

Kamis, 16 Juli 2026 | 22:22

Selengkapnya