Berita

Perbatasan Yordania/Net

Dunia

Yordania Klaim Kembali Dua Bentangan Tanah Di Perbatasan Israel

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 | 06:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Yordania menerima dua bentangan tanah yang diizinkan Israel untuk digunakan selama beberapa dekade di wilayah perbatasan kedua negara pada Minggu (10/11). Langkah ini dilakukan di tengah hubungan yang tegang antara dua negara tetangga itu, 25 tahun setelah mereka menandatangani kesepakatan damai yang penting.

Di bawah ketentuan dua lampiran yang dimuat dalam perjanjian 1994, dua bentangan tanah al-Baqoura dan al-Ghumar di perbatasan Israel-Yordania akan tetap berada di bawah kedaulatan Yordania, namun petani Israel diizinkan untuk mempertahankan akses ke tanah tersebut.

Namun pada tahun 2018 lalu, di tengah tekanan publik yang meningkat untuk tidak memperbarui pengaturan yang berkaitan dengan kedua wilayah, Raja Yordania Abdullah II mengajukan pemberitahuan satu tahun pemutusan hubungan kerja ke Israel.


Bahkan bulan lalu, Yordania menarik duta besarnya dari Israel untuk sementara waktu atas penahanan tanpa dakwaan atau persidangan dua warga Yordania.

Untuk diketahui bahwa Yordania dan Israel telah berperang selama dua kali di Palestina. Perang pertama meletus pada tahun 1948, yang menyebabkan berdirinya negara Israel di bagian barat Palestina, sementara Yordania mengambil alih Palestina timur, yang juga dikenal sebagai Tepi Barat.

Kedua belah pihak kemudian berperang lagi pada tahun 1967, dengan kekalahan Yordania yang mengakibatkan penarikannya dari Yerusalem Timur dan Tepi Barat, meskipun Amman mempertahankan klaimnya atas kedaulatan di sana.

Israel sendiri merebut al-Baqoura, yang terletak di Yordania utara, pada tahun 1948 sementara Israel mengambil al-Ghumar di selatan setelah perang 1967. Kedua hamparan tanah itu kemudian digunakan Israel untuk keperluan pertanian dan pariwisata.

Mantan penasihat utama Raja Abdullah II dan pendahulunya Raja Hussein, Adnan Abu Odeh, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Yordania dan Palestina berpikir bahwa perdamaian dengan Israel masih dalam jangkauan dan negara Palestina sudah dekat. Namun, sedikit kemajuan yang telah dicapai dalam mencapai kesepakatan sejak saat itu dan membuat warga Palestina tidak memiliki kewarganegaraan hingga saat ini.

Abu Odeh mengatakan bahwa dengan mengizinkan Israel mempertahankan wilayah pada tahun 1994, Yordania terlalu "lunak".

"Israel tidak pernah memperlakukan orang Yordania atau Palestina dengan cara yang sama," katanya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya