Berita

Peragaan busana tradisional di Pyongyang/Ist

Dunia

Busana Tradisional Indonesia Dikagumi Masyarakat Asing Di Korea Utara

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 20:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beragam pujian disampaikan oleh para pejabat dan masyarakat luar negeri terhadap busana tradisional Indonesia yang dipamerkan dalam peragaan busana pengantin tradisional Indonesia di acara coffee morning Pyongyang International Women Association (PIWA) di Wisma Duta RI di Pyongyang, Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara), (7/11).

Peragaan busana pengantin Indonesia ini merupakan kali pertama yang digelar KBRI Pyongyang. Sedikitnya, 35 istri para diplomat, organisasi internasional, dan diplomat wanita yang tergabung dalam PIWA dan beberapa staf KBRI Pyongyang hadir dalam acara tersebut.

"Reaksi yang kita dapatkan dari para hadirin sungguh luar biasa. Mereka tak henti-hentinya memuji kegiatan dan keindahan aneka busana pengantin tradisional kita yang memang sangat bervarisasi antara satu daerah dengan daerah lainnya. Peragaan busana ini merupakan yang pertama kali bagi mereka," ujar istri Duta Besar RI untuk Korea Utara, Berlian Napitupulu, Elisabeth Napitupulu dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (9/11).


Coffee morning PIWA merupakan wadah untuk mempromosikan budaya Indonesia melalui demo masak dan peragaan busana. Lantaran dihadiri banyak perwakilan negara, kesempatan tersebut tak disia-siakan untuk mempromosikan masakan dan busana tradisional Indonesia yang belum banyak dikenal masyarakat asing di Korea Utara.

Peragaan busana tersebut menampilkan busana pengantin dari empat daerah, yaitu Batak Toba Sumatera Utara, Koto Gadang Sumatera Barat, Solo Jawa Tengah, dan Bali yang dibawakan oleh staf KBRI Pyongyang dan masyarakat Indonesia di Korea Utara.

Istri dari Kuasa Usaha Tetap (Kutap) Pakistan di Pyongyang, Ambreen Mustafa mengaku mengagumi tampilan busana yang dinilainya sangat menarik. Sementara, Pham Bich Thuy, istri Duta Besar Vietnam, kagum dengan peragaan busana Indonesia yang sangat meriah.

Tidak hanya peragaan busana, KBRI Pyongyang juga menyelenggarakan demo memasak makanan Indonesia, yaitu Tahu Safari. Demo memasak tersebut juga mendapat sambutan baik dari para peserta karena resep tersebut juga belum pernah ditemui sebelumnya dan sangat mudah untuk dibuat.

"Menu ini kami pilih karena bahannya mudah didapat di Korea Utara, cara memasak yang mudah, waktu memasak yang kurang dari 45 menit, serta rasanya yang lezat dan bergizi," sambungnya.

Menurut pelaksana fungsi Pensosbud KBRI Pyongyang, Hanna Andari, demo memasak ini merupakan rangkaian dari cooking demo series. Hingga akhir tahun ini, KBRI Pyongyang melaksanakan tiga demo memasak yang ditujukan bagi para koki di Korea Utara, masyarakat asing, dan masyarakat setempat.

"Hal ini juga selaras dengan arahan Duta Besar Berlian Napitupulu agar menggunakan semua kesempatan dan kegiatan KBRI Pyongyang untuk mempromosikan Indonesia, mulai dari promosi ekonomi hingga seni dan budaya. Untuk itu, kami akan terus mengembangkan ide-ide kreatif untuk mempromosikan Indonesia di Korea Utara," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya