Berita

Ketum Nasdem Surya Paloh dan Presiden Jokowi/Net

Politik

Sebelum Parpol Pasang Foto Jokowi, Nasdem Sudah Duluan

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 | 04:24 WIB | LAPORAN: ICHSAN YUNIARTO

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) bisa rugi jika terlalu cuek dengan Partai Nasdem.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. Bukan tanpa alasan, menurutnya, posisi Nasdem sangat strategis untuk Jokowi menuju kursi RI 1 selama dua periode.

"Nasdem ini strategis untuk Jokowi, satu kekuatan media yang selama ini. Jokowi mendapatkan panggung dan pemberitaan yang luar biasa," kata Adi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (9/11).


Adi menambahkan, sebelum PDI Perjuangan, Nasdem sudah pasang badan untuk Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019.

Bahkan, lanjut Adi, di Pilpres 2019, Nasdem yang paling pertama mendeklarasikan diri untuk mengusung dan mendukung Jokowi.

"Nasdem ini adalah satu-satunya partai di luar PDI P yang all out dan pasang badan untuk memproteksi dan mempromosikan Jokowi," tuturnya.

"Sebelum partai lain pasang foto Jokowi, Nasdem sudah pasang duluan untuk Pilpres. PDI Perjuangan dan Golkar belakangan. Apalagi PKB lebih banyak pasang foto Cak Imin ketimbang Jokowi," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya