Berita

Sugiyanto (kiri) dan Zeng Wei Jian/RMOL

Nusantara

Badan Kehormatan DPRD Segera Proses Dugaan Pelanggaran Etik William Aditya

RABU, 06 NOVEMBER 2019 | 13:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Laporan dugaan pelanggaran etik terhadap Anggota Fraksi PSI DKI Jakarta, William Aditya telah diterima Badan Kehormatan DPRD DKI usai dilaporkan oleh seorang bernama Sugiyanto.

"Iya betul (ada laporan)," ujar Ketua BK DPRD DKI Jakarta, Ahmad Nawawi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/11).

Nawawi menjelaskan, pihaknya akan segera menggelar rapat untuk membahas tindak lanjut dari laporan tersebut.


"Akan saya rapatkan di Dewan (Badan) Kehormatan," ucap Nawawi.

William diduga melangar etik dan menyebabkan kegaduhan publik lantaran mengunggah rencana anggaran lem aibon Rp 82 miliar. Hal itulah yang mendasari Sugiyanto yang didampingi aktivis Zeng Wei Jian memilih menempuh jalur BK DPRD DKI Jakarta.

"Bapak William Aditya Sarana diduga melanggar kode etik, karena mengunggah rencana KUA-PPAS ke media sosial. Menimbulkan persepsi negatif dan kehebohan di publik sampai saat ini," ungkap Sugiyanto.

Menurutnya, rencana KUA-PPAS sejatinya belum boleh diunggah ke ruang publik lantaran masih dalam pembahasan forum DPRD. Terkait dengan hal pembuatan APBD 2020 pada Pemprov DKI Jakarta, maka UU menegaskan RAPBD dibuat bersama-sama antara DPRD dan Gubernur. Karena  DPRD dan Gubenur sejajar maka tidaklah pantas DPRD menyalahkan Gubernur atau sebaliknya.

"Masih dalam pembahasan dalam rapat-rapat komisi atau rapat Banggar DKI Jakarta," pungkas Sugiyanto.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya