Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Lemkapi Ingatkan Jokowi Tak Pilih Dewan Pengawas KPK Dari Partai

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 21:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Independensi menjadi syarat harga mati yang harus dipenuhi Presiden Joko Widodo dalam membentuk dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), dewan pengawas yang nantinya berjumlah lima orang ini tak boleh diisi oleh orang berlatar belakang partai politik.

"Kami usulkan Bapak Presiden bisa memilih orang yang tepat demi pemberantasan korupsi yang lebih baik," tutur Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Selasa (5/11).


Terlepas dari pro kontra yang ada, ia berpandangan Dewas bisa diisi oleh pensiunan penegak hukum, tokoh berpengalaman di bidang hukum, maupun dari lapisan masyarakat.

"Kami berpendapat, lembaga antirasuah ini butuh orang yang bisa dukung dan memperlancar tugas Pimpinan KPK," tambah pakar hukum kepolisian dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Ditegaskan, Presiden sebagai pengambil kebijakan utama harus benar-benar cermat dalam memilih para pengawas KPK. Tugas dewan pengawas menurutnya amat penting dan tidak sama dengan Komisi Kejaksaan atau Kompolnas yang hanya bisa memberikan rekomendasi.

"Tugas dewas KPK memiliki tugas yang begitu strategis di KPK," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya