Berita

Ekonom Senior Rizal Ramli/Net

Politik

Rizal Ramli: Heboh Radikalisme Radikolisme Di Tengah Ekonomi Mandek, Ini Kabinet Maju Atau Mundur?

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 19:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia kini tengah dihadapkan dengan persoalan ekonomi. Berdasarkan data badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2019 hanya berada di angka 5,02 persen, turun dari kuartal II.

Di tengah merosotnya ekonomi, Tanah Air justru seakan disibukkan dengan maraknya isu radikalisme.

Pemerintah dalam Kabinet Indonesia Maju yang diusung Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin di periode 2019-2024 seakan lupa dengan isu besar yang bisa saja berdampak buruk bagi perekonomian Tanah Air, bahkan krisis ekonomi.


Fenomena ini pun turut menjadi kegelisahan ekonom senior yang juga pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian, Rizal Ramli.

"Dengan hebohnya isu radikalisme, radikulisme & radikolisme, dan perkembangan ekonomi makro & mikro yang semakin mandek, kita jadi bertanya-tanya apakah ini ‘Kabinet Maju’ atau ‘Kabinet Atret (achterwaarts) - Mundur’?" tutur Rizal Ramli di akun Twitternya, Selasa (5/11).

Menurut RR, jauh-jauh hari Indonesia telah diprediksi tak akan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan oleh pemerintah, bahkan beberapa di antaranya memprediksi pertumbuhan tak lebih dari 5 persen. Namun belum ada langkah signifikan yang diambil pemerintah mengatasi masalah ini.

"Melansir konsensus Bloomberg, JPMorgan Chase memproyeksikan ekonomi Indonesia 2019 tumbuh 4,9%, sementara proyeksi Deutsche Bank level 4,8%," tandasn RR.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya