Berita

Nadiem Makarim/Net

Politik

Persatuan Guru NU Pertanyakan Visi Besar Mendikbud Nadiem Makarim

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 19:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tidak menangkap visi besar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sebagai sang leader pendidikan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pergunu, Aris Adi Leksono, Selasa (5/11).

Senin kemarin (4/11), PP Pergunu mendapatkan undangan dari Kemendikbud untuk bersilaturahmi dengan Menteri Nadiem. Bersama organisasi profesi lain, Pergunu hadir dengan membawa sejumlah gagasan untuk mewujudkan mutu guru dan sistem pendidikan yang unggul dan kompetitif, dengan menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal.


Namun pada pertemuan itu, Pergunu tidak menangkap visi sang leader pendidikan. Hal itu dibuktikan saat memberikan pengantar forum silaturrahmi, Nadiem menyampaikan masih belajar dan mengajak bersama-sama belajar untuk membenahi, mengembangan atau merevolusi sistem pendidikan di Indonesia.

"Kami berterimakasih sudah dilibatkan dalam forum silaturahmi antara organisasi profesi dan Mas Menteri, tapi sayang kami tidak menangkap visi besar untuk memajukan pendidikan Indonesia yang penuh dengan kompleksitas," kata Air.

"Apapun argumennya visi sesorang leader itu penting, untuk menumbuhkan optimesme bagi masyarakat pendidikan. Memang betul banyak tipologi kemepiminan, tapi semuanya pasti punya visi awal, terlepas benar atau salah visi tersebut, akan disesuikan dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat pendidikan Indonesia," terangnya menambahkan.

Lebih lanjut, Aris menuturkan dalam teori apapun, visi dan misi dalam menajemen sangat penting, karena dari visi dan misi tersebut pengorganisasian akan berjalan secara sistematis, terarah dan terukur.

Menurutnya, menyerap aspirasi dari bawah penting, tapi kendali mutu yang berkelanjutan tetap harus diperhatikan oleh seorang pimpinan. Karena pemimpin adalah gugus depan perubahan, apalagi menyangkut nasib bangsa dan negara melalui pendidikan.

"Kita semua paham bahwa semua pendekatan manajemen, visi seorang pemimpin sangat penting, bawahannya mengembangan menjadi misi dan tujuan yang jelas, terukur dan terarah. Menyerap aspirasi adalah salah satu metode menyelesaikan masalah, tapi mengawali dengan menjelaskan visi dan misi sebagai seorang pemimpin menjadi sangat penting," tutur Aris.

Oleh karena itu, Pergunu berharap Nadiem segera bergerak cepat untuk merevolusi visi dan misi pendidikan Indonesia, melakukan tindakan-tindakan yang strategis untuk menjawab problem kebangsaan melalui pendidikan, sehingga sistem pendidikan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, dengan ditandai terwujudnya masyarakat adil, makmur, dan sejahtera, sebagimana harapan Ketua Umum Pergunu, KH. Asep Saipuddin Chalim.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

KAI Wisata Hadirkan Kereta Panoramic Rute Jakarta–Yogyakarta dan Solo

Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:37

UPDATE

Nina Agustina Tinggalkan PDIP, lalu Gabung PSI

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:10

KPK Panggil Pimpinan DPRD Madiun Ali Masngudi

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:08

Bareskrim Serahkan Rp58 Miliar ke Negara Hasil Eksekusi Aset Judol

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:53

KPK Panggil Lima Orang terkait Korupsi Pemkab Lamteng, Siapa Saja?

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:26

Dua Pengacara S&P Law Office Dipanggil KPK

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:20

Legislator PKS: Bangsa yang Kuat Mampu Produksi Kebutuhan Pokok Sendiri

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:16

Perketat Pengawasan Transportasi Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:09

Evakuasi WNI dari Iran Harus Lewati Jalur Aman dari Serangan

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:02

BPKH Gelar Anugerah Jurnalistik 2026, Total Hadiah Rp120 Juta

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:01

TNI Tangani Terorisme Jadi Ancaman Kebebasan Sipil

Kamis, 05 Maret 2026 | 15:00

Selengkapnya