Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris/Net

Hukum

Ini Alasan Mendasar Fahira Idris Perkarakan Ade Armando

SELASA, 05 NOVEMBER 2019 | 15:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada alasan tersendiri bagi Anggota DPD RI, Fahira Idris memperkarakan Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando ke jalur hukum.

Menurut Fahira, jalur hukum yang ia tempuh terkait dengan editan foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi joker itu murni agar hukum Indonesia ditegakkan setegak-tegaknya tanpa diskriminatif..

"Saya bela kepentingan rakyat banyak, memastikan bahwa penegakan hukum harus equal dan tanpa pandang bulu atau diskriminatif," kata Fahira di akun Facebooknya, Selasa (5/11).


Baginya, apapun alasan pengunggah dan pembuat foto tersebut tak dibenarkan. Jika memang tidak suka dengan seorang tokoh, atau ada hal yang janggal dalam kebijakan, dalam hal ini Gubernur Anies, maka ada langkah lain yang bisa ditempuh. Semisal melalui laporan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika berkenaan dengan kecurigaan penyusunan anggaran.

"Bukan malah buat tindak pidana ITE menebar kebencian, menebar berita bohong, atau merusak dokumen elektronik milik publik yang sangat tidak mendidik dan membuat gaduh masyarakat," tegasnya.

"Saya sebagai anggota parlemen ingin memastikan penerapan undang-undang yang tanpa diskriminatif," demikian Fahira.

Saat ini, Polri tengah menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran UU ITE yang disangkakan kepada Ade Armando. Dalam waktu dekat, Polda Metro Jaya bakal memanggil saksi-saksi, termasuk terlapor, Ade Armando untuk dimintai keterangan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya