Berita

Rapat dengar pendapat antara DPR dengan KPU, Bawaslu, dan Mendagri/RMOL

Politik

Kasus Kematian Ratusan Petugas KPPS Kembali Mencuat Dalam Rapat DPR Bareng KPU

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 19:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dalam Pemilu 2019 kembali menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi II DPR dengan KPU RI, Bawaslu RI, dan Kemendagri, Senin (4/11).

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad menyarankan kepada KPU untuk menambah jumlah personel KPPS agar bisa bekerja sistem sifting.

“Karena ini menyangkut distribusi pekerjaan dan alur pekerjaan di KPPS,” ungkap Kamrussamad di Gedung Komisi II, DPR RI, Senayan.


Ia juga meminta KPU menetapkan aturan batas usia petugas PPS dan PPK minimal berusia 20 tahun.

“Usia 17 itu pertama kali warga negara Indonesia menggunakan hak pilihnya, belum punya pengalaman, harus diberikan kesempatan dulu baru direkrut menjadi petugas KPPS, PPS, atau PPK. Karena itu kami mengusulkan batas minimal usia 20 tahun,” paparnya.

Untuk usia maksimal, Kamrussamad menyarankan para petugas tidak lebih dari usia 50 hingga 55 tahun. Pasalnya, pada Pilpres 2019 kemarin, terdapat personel KPPS yang berusia lebih dari 60 tahun.

“Menurut kami sudah terlalu tua (usia 60 tahun). Kita sedang menghadapi bonus demografi yang besar di mana angkatan usia produktif jauh lebih besar dan sebagian besar ada di pedesaan," tandasnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per Kamis (16/5), petugas KPPS yang sakit mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. Jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei 2019. Namun banyak yang meyakini jumlah yang dirilis lebih sedikit dibanding fakta di lapangan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya