Berita

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik/Net

Politik

Gerindra: PSI Genit Di Sosial Media Tapi Enggak Ada Suaranya Saat Rapat

SENIN, 04 NOVEMBER 2019 | 14:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Manuver Politisi PSI di DPRD DKI Jakarta yang kerap berkoar-koar di sosial media terkait rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tanuh Anggaran 2020 tak sesuai dengan kenyataan.

"PSI kegenitan ngomong di media sosial, tapi pas rapat resmi mereka malah diam enggak ada suaranya," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik dilansir Kantor Berita RMOLJakarta, Senin (4/11).

Pada dasarnya, kata Taufik, pembahasan dan pendalaman KUA-PPAS menjadi momentum semua anggota legislatif untuk melakukan koreksi baik mata anggaran maupun nominalnya.


"Kita jalankan fungsi anggaran dan pembahasan itu ya di sini tempatnya," ujar Taufik.

Setelah pembahasan KUA-PPAS selesai, selanjutnya akan dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara eksekutif dan legislatif dan baru dilakukan pembahasan rancangan APBD Tahun Anggaran 2020.

Dalam pembahasan itu, jelasnya, masih memungkinkan anggaran yang sudah disetujui di tingkat komisi untuk dilakukan evaluasi dan koreksi kembali.

"Pendalaman di KUA-PPAS itu kan baru mendekati satuan ketiga. Jadi, nanti akan ada pendalaman dan penyisiran lagi," ucapnya.

Oleh karenanya, ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat memberikn pemaparan dan penjelasan paripurna, terlebih saat ada pertanyaan-pertanyaan dari anggota dewan.

"Kalau alokasi anggaran itu memang diperlukan ya harus disampaikan argumen yang tepat," ucap Taufik.

Pembahasan rancangan KUA-PPAS 2020 ditargetkan rampung pada Rabu (6/11) lusa. Kata Taufik, saat ini masih dilakukan pembahasan KUA-PPAS di tingkat Komisi.

"Pekan ini selesai, targetnya di hari Rabu. Komisi ini kan menjadi sub Banggar, jadi selesai pembahasan di Komisi akan dilanjutkan ke Banggar besar," pungkasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya