Berita

Ketum Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS, Sohibul Iman/RMOL

Politik

Manuver Nasdem Adalah Simbol Perlawanan Paloh Kepada Jokowi

SABTU, 02 NOVEMBER 2019 | 17:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Safari politik yang dilakukan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh ke sejumlah partai oposisi memiliki makna tersendiri.

Diketahui bersama, setelah sowan ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Surya Paloh berencana bakal bertemu dengan pimpinan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Manuver ini tampaknya simbol perlawanan terhadap Presiden Jokowi dan anggota koalisi," kata pengamat politik Maksimus Ramses Lalongkoe kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (2/11).


Ia menduga, perlawanan tersebut berkaitan dengan sikap Presiden Joko Widodo yang menerima bergabungnya partai yang jelas-jelas menjadi seteru di Pilpres 2019, Gerindra.

Bergabungnya Gerindra ke dalam koalisi pemerintah membuat Paloh tak nyaman di dalam koalisi Kabinet Indonesia Maju yang didalamnya terdapat Ketum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Dugaan saya perlawanan ini akibat masuknya barisan Gerindra dalam kabinet, apalagi sebelumnya Prabowo merupakan pesaing keras dalam Pilpres kemarin," tegasnya.

Melihat kecenderungan ini, kemungkinan Nasdem untuk berpindah haluan ke kubu oposisi bukan menjadi hal yang mustahil.

"Safari politik Paloh bisa jadi sinyal kuat akan menjadi barisan oposisi sehingga sekarang mereka sedang berupaya merangkul partai lain yang tidak ada dalam kabinet Jokowi," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya