Berita

Mendagri Tito Karnavian (Dua dari kiri) bersama dengan jajaran menteri dan Wapres Maruf Amin/Ist

Politik

Mendagri Minta Program Pengentasan Kemiskinan Dan Stunting Masuk APBD

JUMAT, 01 NOVEMBER 2019 | 19:55 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Program terkait pengentasan kemiskinan dan stunting (permasalahan gizi kronis) harus masuk ke dalam APBD di setiap daerah.

Hal itu ditekankan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam konferensi pers bersama Wakil Presiden dan jajaranmenteri di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (1/11).

“Program-program pengentasan kemiskinan dan stunting harus masuk di APBD, ini harus diyakinkan. Jadi nanti kita akan libatkan network yang ada di Kemendagri, yaitu dari Inspektorat dan Dirjen Bina Keuangan Daerah yang akan melihat apakah sudah masuk programnya. Kalau sudah masuk datanya, kita akan yakinkan betul daerah-daerah yang perlu diprioritaskan intervensi stunting,” kata Tito.


Pasalnya, dua program tersebut dinilai sangat berkaitan dengan program prioritas nasional yang berkenaan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkualitas.

Oleh karenanya, pihaknya akan memastikan setiap Pemda memiliki program-program tersebut secara bertahap melalui kerja sama kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.

“Kemudian kita akan libatkan jaringan dari organisasi, terutama jaringan ibu-ibu, relawan untuk mengampanyekan bersama stunting dengan program-program kreatif untuk stunting ini,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye dengan melibatkan jaringan-jaringan di masyarakat tersebut sangat penting dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang permasalah stunting dan pencegahannya.

“Kampanye penting karena belum tentu masyarakat paham, termasuk kepala daerah yang tidak paham apa itu arti stunting. Kalau tidak paham, bagaimana mau masuk APBD. Ini akan kami lakukan di bawah arahan Bapak Wakil Presiden sambil nanti evaluasi,” demikian Tito.

Dalam konferensi pers tersebut, Wakil Presiden Maruf Amin turut hadir bersama beberapa menteri terkait, seperti Menteri Sosial, Juliari Batubara; Menteri Kesehatan, Dr Terawan; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim; Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo; dan Menteri Bappenas, Suharso Manoarfa.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya