Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

Politik

Fahira Idris: Kalau Ingin Cari Panggung, Bisa Saja Anies Marahi Anak Buahnya Di Depan Publik

KAMIS, 31 OKTOBER 2019 | 18:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sikap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam menangani kejanggalan anggaran rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) DKI Jakarta 2020 diapresiasi anggota DPD RI, Fahira Idrsi.

Menurut senator Jakarta ini, Anies terlihat tetap santun saat menegur jajarannya saat pengarahan tertutup yang diunggah ke Youtube Pemprov DKI Jakarta (29/10).

“Jika Pak Anies mau cari panggung dan mau jadi pahlawan, bisa saja dia konferensi pers sendiri, beberkan kejanggalan-kejanggalan anggaran sambil memaki anak buahnya (jajarannya). Tapi itu tidak dilakukan karena dia menganggap jajarannya rekan kerja yang harus dihormati. Saya minta jajaran Pemprov balas perlakuan ini dengan bekerja baik dan teliti,” ujar Fahira dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (31/10).


Ia menekankan kepada jajaran Pemprov DKI agar tak boleh memberi ruang keteledoran dalam penyusunan RAPBD. Hal itu dinilai penting lantaran sistem e-budgeting DKI Jakarta masih memiliki kelemahan.

“Pak Anies ingin memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian dengan memarahi apalagi memaki-maki jajarannya. Makanya beliau memilih untuk mengoreksi anggaran itu secara internal kepada jajarannya sebelum ramai diributkan saat ini. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta jangan teledor," tegasnya.

Soal kejanggalan anggaran, ia menyebut hal itu juga kerap terjadi di pemerintahan sebelumnya. Seperti halnya soal pembelian lahan seluas 4,6 hektare oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI dengan anggaran sebesar Rp 648 miliar 2016 silam yang ternyata milik Pemprov sendiri. Termasuk soal pengadaan uninterruptible power supply (UPS) dalam APBD DKI Jakarta 2014 yang dianggap tak masuk akal.

“Jika hal-hal seperti ini masih terjadi, artinya sistem e-budgeting DKI harus diperbaharui agar lebih smart sehingga tidak perlu mengecek secara manual jika ada kegiatan pengadaan dan anggaran janggal," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya