Berita

Derik-detik sebuah lahan tambang longsor/Repro

Nusantara

Detik-Detik Lahan Tambang Di Kalimantan Utara Longsor, Enam Alat Berat Tertimbun

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 16:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sebuah lahan pertambangan mengalami longsor pada (29/10) di Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, longsor terjadi sekitar pukul 08.15 WITA di pertambangan milik PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) di site Bebatu Kabupaten Tana Tidung.

Berdasarkan rekaman video amatir yang diterima redaksi, terlihat detik-detik longsornya tanah secara perlahan menurun dan menimbun beberapa alat berat yang berada di lokasi.


Lahan yang sebelumnya berbentuk cekung sontak berubah rata.

"Patah-patah, awas mundur, mundur," seru salah seorang dalam video.

Saat dikonfirmasi hal itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo membenarkan peristiwa tersebut.

"Betul Mas. Memang terjadi seperti itu dan info tadi merupakan arahan Kepala Inspektur Tambang (Dirtekling Minerba, ESDM) kepada WAG KTT (Kepala Teknik Tambang) seluruh Indonesia," tutur Agus saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (30/10).

Beruntung, dalam insiden tersebut tak ada korban jiwa. Tiga eskavator, satu dozer, 1 articulated dump truck, dan satu kendaraan ringan tertimbun.

Insiden ini pun tegah didalami dan diinvestigasi oleh dinas ESDM Prov Kaltara yang didalamnya termasuk 2 orang personil Kementerian ESDM penempatan Dinas Provinsi Kaltara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltara, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung.

"Kami imbau bapak-bapak dapat bersabar menunggu hasil investigasi yang sedang dilakukan. Dan mohon tingkatkan pengawasan KP di wilayah kerja masing-masing. Terima kasih," demikian keterangan yang disampaikan Kepala Inspektur Tambang (Dirtekling Minerba, ESDM).

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya