Berita

Peringatan Sumpah Pemuda dan seminar sehari/Net

Politik

Semangat Persatuan Jokowi-Prabowo Perlu Ditiru Anak Muda

RABU, 30 OKTOBER 2019 | 12:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Masyarakat Indonesia harus memberikan kesempatan kepada Presiden Joko Widodo bersama Kabinet Indonesia Mau serta DPR yang sudah dilantik, untuk menunjukkan kinerja secara maksimal.

Spirit persatuan yang ditunjukkan para elit politik di kabinet dan parlemen diharapkan dapat mengatasi sisa-sisa konflik di tengah masyarakat sebagai imbas dari kerasnya persaingan semasa kampanye Pilpres 2019.

"Kesediaan Gerindra bergabung di pemerintahan Jokowi mungkin mengecewakan sebagian pendukung Prabowo-Sandi, juga mengecewakan sebagian pendukung Jokowi-Maruf. Tapi mari kita berpikir positif. Dengan bergabungnya dua figur yang bersaing ketat dan keras pada Pilpres lalu, perselisihan dan perkubuan di akar rumput diharapkan dapat cepat reda," kata Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Bursah Zarnubi.


Demikian disampaikan Bursah saat memberikan sambutan peringatan Sumpah Pemuda dan forum seminar bertajuk "Menggelorakan Sumpah Pemuda dalam Pembangunan Berkelanjutan" di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/10).

Hadir sebagai keynote speaker adalah Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Sementara yang menjadi narasumber adalah anggota DPR Farah Puteri Nahlia, Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dan aktivis HMI Saddam Al Jihad. Diskusi publik ini dihadiri ratusan pemuda dan mahasiswa lintas kampus.

Bursah mengatakan, semangat persatuan para elit politik perlu ditiru oleh organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan setiap dan setelah menggelar hajatan Kongres. Pihak yang memenangkan kompetisi perlu merangkul yang kalah.

"Dengan demikian organisasi tidak terpecah belah akibat munculnya pengurus tandingan," katanya.

Menurut Bursah, pemuda harus terus menggelorakan persatuan yang merupakan spirit Sumpah Pemuda 91 tahun silam. Energi pemerintah dan bangsa, lanjut Bursah, harus terfokus untuk mengejar berbagai ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain.

"Perlu kekompakan seluruh elemen bangsa agar Indonesia dapat menjadi bangsa penenang di tengah kerasnya persaingan global," ucapnya.

Dijelaskan Bursah, Indonesia menghadapi tantangan berat dan komplei dalam lima tahun ke depan. Misalnya, pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi turun akibat perang dagang global yang dimotori AS dan Cina. Kondisi ini pasti berpengaruh pada dinamika politik dan ekonomi nasional. juga berpengaruh terhadap neraca perdagangan, merosotnya harga komoditas ekspor Indonesia, pada iklim investasi dan industri, dan pada upaya penciptaan lapangan kerja luas.

"Roda perekonomian dalam negeri harus digerakkan, industri harus tumbuh dan berkembang agar tercipta lepangan kerja besar. Selain itu, kualitas SDM juga harus ditingkatkan, khususnya di bidang vokasional, agar bisa bersaing dengan tenaga kerja asing bahkan bisa memasuki pasar tenaga kerja Internasional," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN Farah Puteri Nahlia mengatakan bahwa pemuda Indonesia harus memiliki semangat untuk maju dan berkembang, sehingga bisa berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

Ada tiga hal bagi anak muda yang harus diutamakan seiring perjalanan waktu. Ketiga hal tersebut adalah education, empowerment dan enterpreneurship. Education adalah betapa pentingnya ilmu pengetahuan untuk membangun karakter diri sendiri dan bangsa.

Sementara, enterpreneurship menyangkut jiwa kewirausahaan yang harus dimiliki semua anak bangsa. Enterpreneurship menjadi penting untuk menumbuhkan jiwa pemberani dalam membangun usaha dan kreatifitas, kendati penuh resiko.

Kemudian empowerment ini terkait dengan pemberdayaan sumber daya manusia. Dan empowerment pemberdayaan ini adalah kombinasi dari education dan enterpreneurship.

"Kita harus bisa memberdayakan kemampuan kita tersebut sehingga kita bisa mencapai cita-cita kita," demikian Farah Puteri Nahlia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya