Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Andi Arief Benar, Megawati Masih Dendam Pada SBY Dan Jokowi Gagal Jadi Jurudamai

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 16:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo beberapa kali bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan "putra mahkota" Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelum penyusunan Kabinet Indonesia Maju.

AHY juga pernah menyambangi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat momen Hari Raya Idul Fitri yang lalu.

Dari pertemuan-pertemuan itu, Demokrat diyakini akan bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Maruf, dan AHY yang akan ditempatkan di kabinet.


Tapi faktanya, saat Jokowi mengumumkan susunan kabinet 23 Oktober, tidak ada satupun orang SBY termasuk AHY yang masuk dalam kabinet.

Pengamat politik Ujang Komarudin sependapat dengan pernyataan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, yang menyebut Demokrat dan AHY tidak direkrut dalam pemerintahan kedua Jokowi karena rasa dendam Megawati kepada SBY.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati itu hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono," tulis Andi Arief di akun Twitter miliknya, Sabtu (26/10).

Andi Arief juga menyoroti peran Jokowi yang menurutnya tidak berhasil memperbaiki hubungan Megawati dan SBY.

"Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," demikian Andi Arief.

Ujang Komarudin mengatakan, selain dendam, Megawati dan PDIP mengunci jalan AHY dan Demokrat di Pilpres 2014.

AHY memiliki kans dan peluang ikut berkompetisi di pilpres mendatang. Tidak punya cacat, AHY merupakan pesaing yang kuat.

"Ini yang ditakutkan PDIP. Dan PDIP sepertinya akan mengusung Puan Maharani, mantan Menko PMK dan saat ini menjabat Ketua DPR. Puan sudah dipersiapkan lama," ujar Ujang saat dihubungi redaksi, Selasa (29/10).

Lalu apakah Jokowi ikut menghalangi Demokrat dan AHY gabung kabinet, Ujang tidak melihatnya.

Menurutnya, Jokowi malah ingin mengumpulkan semua kekuatan politik. Jangan Demokrat, Partai Gerindra saja dirangkul oleh Jokowi.

"Iya, Jokowi belum bisa mendamaikan Megawati dengan SBY," tutup Ujang.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya