Berita

Mendag Agus Suparmanto/Net

Politik

Lindungi Petani Saat Panen Raya, PKB Dorong Agus Suparmanto Perkuat Resi Gudang

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 14:23 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Posisi Menteri Perdagangan bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) adalah posisi yang sangat strategis. Posisi yang sekarang diisi kader PKB,  Agus Suparmanto ini menentukan nasib para petani di Indonesia melalui kebijakan tata niaga perdagangan komoditas pertanian.

Sekretaris Bidang Pemberdayaan Desa dan Pertanahan DPP PKB, Zainul Munasichin berujar, selain kebijakan soal pembatasan impor pangan, perlindungan petani juga sebetulnya dapat dilakukan oleh Menteri Perdagangan melalui Sistem Resi Gudang.

Menurut Zainul, selama ini Kemendag belum maksimal menjadikan Resi Gudang sebagai instrumen untuk memproteksi para petani dari anjloknya harga komoditas pertanian saat panen raya.


Sistem Resi Gudang adalah sistem pembiayaan berjangka dengan jaminan komoditas pertanian yang dirupakan melalui surat berharga Resi Gudang. Sistem ini sudah diatur melalui UU 9/2006 sebagaimana diubah menjadi UU 9/2011 tentang Sistem Resi Gudang, kemudian diperkuat melalui PP 1/2016.

"Undang-undangnya ada, PP-nya ada,  Peraturan Menterinya ada. Kelembagaan yang khusus menangani ini juga ada yaitu Badan Pengawas Perdangangan Berjangka Komiditi (Bappebti), ada di bawah koordinasi Menteri Perdagangan," jelasnya.

Zainul menjelaskan, dengan sistem resi gudang, saat para petani panen raya tidak perlu terburu-buru melepas hasil panennya. Jika mereka membutuhkan biaya untuk kebutuhan rumah tangga atau untuk memulai musim tanam baru, mereka bisa menjaminkan komoditas pertaniannya untuk mendapatkan pembiayaan jangka pendek.

Ketika harga komoditas sudah membaik, lanjut Zainul, barulah komoditas itu dilepas. Dampaknya, akan meningkatkan ketahanan dan kedaulatan petani.

Selain itu, para petani tidak akan menjadi korban para tengkulak yang selalu memanfaatkan anjloknya harga komoditas saat panen raya.

"Kemendag bisa bekerjasama dengan Kemendes untuk menghidupkan lagi dan merevitalisasi lumbung-lumbung desa untuk menopang sistem ini," ujarnya.

Terkait siapa yang membiayai, menurut Zainul, bisa dilakukan kerjasama antara BUMDES dengan perbankan. BUMDES bisa menjadi penjamin dari validitas resi gudang yang diterbitkan oleh pengelola lumbung desa.

“Dananya dari perbankan dengan skema bunga rendah seperti skema KUR,” pungkasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya