Berita

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini/Net

Politik

Sumpah Pemuda, Persatuan Menjadi Harga Mati Demi NKRI

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 12:15 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Momentum sumpah pemuda menjadi sarana dalam menyatukan seluruh pemuda nusantara untuk menjaga kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini peringatan hari bersejarah bagi kebangkitan dan pergerakan seluruh pemuda di nusantara. Hari yang menjadi tonggak bagi pemuda Indonesia untuk kembali melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan mengambil peran sesuai keahlian masing-masing," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/10).

Menurutnya, para pemuda harus bersama dalam satu barisan dalam menjaga bangsa dari aktor-aktor yang berupaya memecah belah persatuan. Seperti halnya PKS yang menempatkan sebanyak tujuh persen pemuda di bawah 30 tahun berada di Parlemen.


"Mereka hadir bukan karena sebatas keturunan siapa dan dari mana asalnya, namun berdasarkan kompetensi dan kapabilitas dalam merit system yang teruji," lanjutnya.

Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya persatuan dan kekompakan para pemuda. Sebab jika hal itu terjalin dengan baik, maka kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat tak akan terjadi.

“Saya yakin bahwa peristiwa di Papua tidak akan pernah terjadi, karena semua kompak dalam menjaga persatuan, serta tidak mudah dipecah belah apalagi dihasut yang nantinya akan merugikan bangsa kita," tegasnya.

Atas dasar itu, pihaknya sadar persoalan persatuan dan kesatuan perlu dicarikan solusinya. Kekuatan pemuda, lanjutnya, terletak pada aksi dan kolaborasinya dalam memajukan bangsa. Untuk itu, ia mendorong pemuda Indonesia untuk melakukan aksi dan kolaborasi dalam membangun negeri.

"Bangsa yang besar tergantung pada karya inovatif generasi muda dan kebijaksanaan generasi tua. Kalau dua karakter generasi ini berkolaborasi, dahsyat!" tutupnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya