Berita

Wakil Ketua Komisi IV, Daniel Johan/Net

Politik

PKB Tegas Tolak Peraturan Sri Mulyani Naikkan Cukai Rokok

SELASA, 29 OKTOBER 2019 | 00:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Fraksi PKB tegas menolak adanya rencana kenaikan cukai tembakau yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/2019.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Komisi IV, Daniel Johan saat audiensi bersama Koalisi Tembakau di Ruang Fraksi PKB, Gedung Nusantara I, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10).

Daniel bahkan tegas menyebut Fraksi PKB sudah jauh-jauh hari meminta pemerintah menjadikan tembakau sebagai produk prioritas unggulan.


"Saya dan fraksi PKB sejak lima tahun laku sudah menyuarakan supaya tembakau ini menjadi produk prioritas unggulan," ujar Daniel.

Daniel menyebutkan bahwa selama ini rokok sebagai produk olahan tembakau yang menjadi alasan pemerintah menaikkan cukai sebagai penyebab gangguan kesehatan tidak benar adanya.

"Karena terlepas dari apapun, kalau saya termasuk yang tidak percaya kalau rokok bisa membuat hidup tidak sehat. Kakek nenek saya merokok kok, meninggalnya 101 tahun," ungkapnya.

Bahkan, legislator Kalimantan Barat ini, sedikit bercanda dengan data Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyebut 10 persen kematian di dunia disebabkan oleh rokok.

"PBB bilang kematian karena rokok itu 10 persen, berarti kan 90 persen lainnya meninggal karena tidak merokok," katanya disambut tawa peserta audiensi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengeluarkan PMK Nomor 152/PMK.010/2019. Aturan berisi tentang tarif cukai hasil tembakau itu diketok pada Rabu (23/10) lalu. Dengan PMK ini, cukai rokok naik 21,55 persen per 1 Januari 2020.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya