Berita

Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

PBNU: Kekecewaan Kiai Pada Jokowi Bukan Soal Jabatan, Tapi Tanggung Jawab Keumatan

SENIN, 28 OKTOBER 2019 | 22:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta maaf karena tidak bisa mengakomodir semua pihak di Kabinet Indonesia Maju. Hal itu disampaikan saat hadir di Musyawarah Besar ormas Pemuda Pancasila, Sabtu (26/10).

Ucapan permintaan maaf Jokowi kepada sejumlah pihak yang tidak terakomodasi di dalam Kabinet Indonesia Maju direspons Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yang juga Ketua PBNU, Aizzudin Abdurrahman menyampaikan, kekecewaannya dan kekecewaan para Kiai dan Masyayikh NU di berbagai daerah terkait pemilihan menteri agama dari kalangan militer


"Kekecewaan para Masyayikh dan Kiai NU sangat beralasan. Kementerian Agama dijabat oleh militer tidak lazim saat ini, karena terkesan setengah-setengah. Ada tanggung jawab keumatan yang diemban Kiai dan Masyayikh yang tidak ringan. Apalagi menilik sejarah perjuangan dan peran NU sebagai ormas keagamaan yang konsisten melawan radikalisme, termasuk komitmen kebangsaan, NKRI dan Pancasila, " kata Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman, Senin (28/10).

"Menghormati hak prerogratif presiden satu hal, tapi jika yang dimaksudkan sebagai upaya rekonsiliasi ataupun akomodasi pasca pilpres seharusnya diretas dengan lebih bijak," sambung Aizzudin yang biasa disapa Gus Aiz.

Selain itu, ekonomi keumatan yang digagas oleh Wakil Presiden, Ma'ruf Amin juga dapat dipastikan akan mengalami tantangan yang tidak mudah. Faktor yang mempersulit, kata Gus Aiz, jika perannya dikebiri oleh kepentingan politik kelompok tertentu.

"Dapat dipastikan sikap NU ke depan akan lebih kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Tidak bisa sekedar amar makruf tapi juga menekankan nahi mungkar," tegas Gus Aiz.

"Jangan su'udzon terhadap NU, tidak sederhana sekedar masalah jabatan, tapi tanggung jawab pemahaman dan pengambilan keputusan terkait keagamaan yang berdampak luas secara sosial kemasyarakatan", tutupnya.

Kabinet Indonesia Maju pada Rabu (23/10) lalu resmi dilantik. Dari total 38 Menteri dan Kepala Lembaga setara menteri dipastikan tidak ada unsur perwakilan dari organisasi kemasyarakat Nahdlatul Ulama. Beberapa orang yang terafiliasi NU merupakan delegasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Selain itu, Mahfud MD yang merupakan nahdliyin tidak dianggap sebagai representasi perwakilan Kiai struktural NU.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya