Berita

Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri TNI AU (FKPP AU), Muara Karta Simatupang/Ist

Politik

Prabowo, Tito, Fachrul Dan Mahfud MD Bakal Libas Kelompok Radikal

SABTU, 26 OKTOBER 2019 | 20:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan Presiden Jokowi menunjuk Prabowo Subianto dinilai merupakan langkah yang tepat memerangi kelompok radikalisme di Tanah Air.

Demikian disampaikan Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri TNI AU (FKPP AU), Muara Karta Simatupang melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (26/10).

Menurut Karta, Prabowo bersama Mendagri Tito Karnavian, Menag Fachrul Razi, dan Menko Polhukam bakal menjadi pendekar mumpuni yang bisa saling bahu-membahu melibas kaum radikal, serta melacak bibit Intoleransi yang saat ini sudah berakar seperti virus dalam dagin.


"Ibaratnya, kalau ini tidak divaksinasi pada awal-awal, maka virus ini akan menghancurkan NKRI," kata Karta.

Oleh karena itulah, menurut Karta, enpat pendekar itu merupakan pilihan yang paling tepat dan juga menempati posisi yang pas, di samping puluhan menteri Jokowi lain yang mengurusi investasi dan perekonomian rakyat.

"Kehadiran dokter Terawan dalam Kabinet Jokowi juga patut diapresiasi. Sebab hampir 50 persen makanan di Indonesia sudah terkontaminasi oleh zat berbahaya, seperti formalin dan zat pewarna," ujar Karta.

Karta berpendapat, Kementerian Kesehatan selama ini seperti pura-pura tak mendengar keluhan masyarakat terkait peredaran makanan berbahaya.

"Belum lagi buruknya pelayanan di rumah sakit. Sehingga tak sedikit orang mampu yang memilih berobat di Penang (Malaysia) atau Singapura," lanjutnya.

Kehadiran dokter Terawan di Kementerian Kesehatan diharapkan menjadi momentum yang bagus untuk membenahi carut marut masalah kesehatan.

Terakhir, Presiden juga dianggap berhasil mempersatukan menteri-menteri yang awalnya berseberangan dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Intinya jangan pernah pesimis. Kita harus optimis dalam Kabinet Indonesia Maju," tutup Karta.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya