Berita

Wishnutama Kusubandio/Net

Politik

KABINET INDONESIA MAJU

Wishnutama Memiliki Kemampuan Bekerja Cepat Memangkas Regulasi

RABU, 23 OKTOBER 2019 | 14:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Keputusan Presiden Joko Widodo memilih Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sudah tepat.

Wishnutama adalah sosok pekerja profesional, out of the box minded, dan diyakini memiliki kapabilitas untuk memadukan pariwisata dengan industri kreatif dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan dan kualitas pariwisata atau quality tourism.

"Kami melihat keunggulan leadership Wishnutama terkait konsep kolaborasi big event, digital tourism, music tourism, culinary tourism, green tourism dan lain-lain yang akan jadi program unggulan ke depan," kata Wakil Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Michael Umbas, Rabu (23/10).


Selain itu, lanjut Umbas, bagaimana mempercepat aktivasi lima destinasi super prioritas yang sudah ditetapkan Presiden dengan memberdayakan semua potensi dan sumber daya lokal.

Untuk mewujudkan ini penting segera membangun konektivitas, kesiapan akses serta amenitas dimana Presiden sudah sampaikan akan didukung penuh oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR juga Kementerian BUMN.

"Wishnutama juga memiliki kemampuan bekerja cepat memangkas regulasi dan mempercepat birokrasi terkait pengembangan dan kemudahan investasi di bidang pariwisata," ujar Umbas.

Salah satu tantangan penting juga membangun Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pariwisata yang lebih unggul dan berdaya saing. Wishnutama diyakini memiliki pengalaman profesional yang kuat sehingga memahami proses penyiapan SDM dengan standar yang tinggi.

"Kami meyakini target capaian Wisman di angka 20 jutaan di era Wishnutama sebagai Menparekraf tentu bukan target fantastis jika semua prasyarat dan kesiapan infrastruktur dikerjakan simultan, bersinergi, kolaborasi bersama-sama antara pemerintah, asosiasi, industri, masyarakat. Semoga," demikian Umbas.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya